LombokPost-Lubang biopori menjadi solusi menangani sampah.
Sekaligus mitigasi bencana banjir dan kekeringan.
Dengan pembuatan biopori (resapan air) di halaman sekolah membuat run off air hujan lebih banyak masuk ke dalam cadangan air sumur.
Itulah yang dilakukan SMAN 3 Mataram, membuat lubang biopori di sejumlah titik di lingkungan sekolah.
“Ini untuk mengantisipasi genangan yang sering merendam halaman sekolah setiap musim hujan,” kata Plt Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum, Jumat (8/11).
Saat ini kata dia, Smanti sebutan SMAN 3 Mataram selain mencegah genangan juga mengurangi volume sampah organik, pihak sekolah membuat lubang resapan.
Sejumlah biopori telah dibuat di halaman sekolah.
Pembuatan biopori ini menggunakan teknologi sederhana namun memberikan manfaat luar biasa.
”Tidak hanya saat ini tapi untuk masa depan generasi kita,” ujar Yus, sapaan karibnya.
Ia menyebutkan, biopori merupakan teknologi alternatif dan sederhana untuk penyerapan air hujan selain dengan sumur resapan.
Selain untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah di sekolah.
“Pemasangan biopori terobosan sekolah. Ini sangat efektif mencegah genangan di halaman sekolah,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida