LombokPost-Penggunaan sampah plastik di kantin sekolah Kota Mataram akan diminimalisir. Ini sudah dibahas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Mataram.
SMPN 10 Mataram, satu-satunya sekolah di Kota Mataram yang sudah meminimalisir penggunaan sampah plastik di kantin.
“Bungkus es atau yang biasanya menggunakan plastik gula kita ganti pakai gelas,” kata Kepala SMPN 10 Mataram H Chamim Tohari.
Chamim, sapaan karibnya, juga menjadi narasumber terkait bagaimana mengurangi sampah plastik di kantin sekolah yang diadakan MKKS SMP dan dihadiri kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf dan Kabid GTK Disdik Kota Mataram Naufal Aldian di SMPN 20 Mataram beberapa waktu lalu.
Chamim ingin kantin berkontribusi menjaga lingkungan sekolah dari sampah.
Mendukung apa yang menjadi program sekolah. Untuk di Spenten sebutan SMPN 10 Mataram penggunaan sampah plastik sudah mulai dikurangi di kantin.
Bungkus makanan yang biasanya menggunakan bungkus nasi dan styrofoam diganti menggunakan daun dan piring.
“Kalau pakai daun bisa kita daur ulang menjadi pupuk,” ujarnya.
Begitu juga sampah plastik yang biasa diguanakan untuk es diganti menggunakan gelas.
“Ini sudah menjadi kesepakatan kami di sekolah dengan pihak kantin,” ujar Chamim.
Menurutnya, dalam menjaga lingkungan sekolah dibutuhkan tanggung jawab bersama.
Oleh karena itu, apa yang sudah diterapkan di sekolah yang dipimpinnya ini apakah akan diterapkan di sekolah lain itu menjadi kewenangan dinas nantinya.
Ia menambahkan, sampah di SMPN 10 Mataram diolah menjadi barang yang bermanfaat.
Sampah organik diolah menjadi pupuk organik dan pakan maggot serta briket arang.
Sementara sampah plastik yang tidak bisa dimanfaatkan dijual ke bank sampah.
“Sampah dari ranting pohon dan meja atau kursi yang rusak kita manfaatkan jadi briket arang,” pungkasnya. (jay/r2)
Editor : Kimda Farida