LombokPost-SMPN 8 Mataram menggelar pesantren kilat (Sanlat) selama empat hari di musala sekolah setempat. Ratusan siswa dari 12 rombongan belajar (rombel) mengikuti kegiatan yang menjadi agenda tahunan sekolah.
Dari kegiatan ini, siswa melakukan pendalam ilmu dan materi agama Islam secara spesifik selama Ramadan. Seperti salat duha berjamaah, tadarus, memperdalam sejarah Islam, dan pemutaran film-film Islami.
“Kita tidak mendatangkan pihak luar untuk mengisi pesantren kilat. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memberikan materi,” kata Kepala SMAN 8 Mataram Sulasmi,Senin (24/3).
Kegiatan yang dimulai sejak 17 sampai 20 Maret itu sudah menjadi tradisi tahunan. Para siswa yang telah menyelesaikan ujian semester memperdalam ilmu agama dengan menjalani kegiatan semi pesantren di sekolah.
“Pesantren kilat dilakukan bergiliran, sehari ada empat rombel yang ikut karena musala tidak bisa menampung semua siswa,” ujar Ulas, sapaan karibnya.
Penutupan Sanlat dirangkai dengan pemberian zakat fitrah kepada siswa yatim dan warga sekitar sekolah kurang mampu. Ia menerangkan, berbagai program selama Ramadan merupakan kegiatan dari keseharian para siswa yang porsi dan jamnya ditingkatkan. Pada hari biasa, semua agama difasilitasi dan semua siswa beribadah sesuai agamanya masing-masing.
Pada momen Ramadan, intensitas kegiataan keagamaan ditingkatkan. Mulai dari tadarus, salat duha, hingga berbagai kajian dan pendalaman materi agama. Menariknya pada Sanlat yang dilaksanakan selama empat hari siswa tidak membawa handphone karena menjadi aturan Pemkot Mataram. “Jadi siswa fokus memperdalam ilmu agama,” pungkasnya. (jay/r2)
Editor : Prihadi Zoldic