LombokPost- SMPN 23 Mataram mengalami peningkatan jumlah pendaftar dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Meski belum memenuhi kuota maksimal sebanyak 128 siswa, sekolah mencatat peningkatan menjadi 68 siswa dibandingkan tahun lalu yang hanya menerima 66 siswa.
Peningkatan ini menjadi kabar baik di tengah tantangan persaingan sekolah negeri di Kota Mataram.
Kepala SMPN 23 Mataram,H Achmad Jauhari mengakui bahwa capaian ini belum ideal. Namun, adanya kenaikan jumlah pendaftar SPMB menjadi sinyal positif untuk masa depan sekolah.
“Meski hanya bertambah dua siswa, kami tetap bersyukur dan menjadikannya semangat untuk evaluasi dan perbaikan,” ujarnya.
Menurutnya, faktor demografi wilayah, kompetisi antar sekolah negeri, dan pilihan orang tua terhadap sekolah jantung kota masih menjadi tantangan.
Namun sekolah tetap berupaya mengenalkan program unggulan, seperti kelas tahfidz yang menjadi nilai tambah SMPN 23 Mataram di mata masyarakat.
“Kami terus promosikan program tahfidz sebagai daya tarik,” jelas Jauhari.
Dari total 68 siswa yang diterima, sekolah akan membaginya dalam tiga rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel diisi oleh 23 siswa. Meski belum optimal, pihak sekolah masih membuka kemungkinan adanya tambahan siswa melalui jalur pindahan atau mutasi.
“Kami berharap masih ada tambahan agar rombel lebih ideal,” harap Jauhari.
Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan promosi agar kuota PPDB SMPN 23 Mataram terpenuhi di tahun mendatang.
Editor : Siti Aeny Maryam