LombokPost- SMKN 1 Sekotong terus berbenah demi membuka peluang lebih luas bagi siswa. Tahun depan, SMKN 1 Sekotong berencana membuka jurusan Tata Busana pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Jurusan Tata Busana diyakini menjadi salah satu jurusan yang peluangnya cukup besar menciptakan lapangan kerja dan usaha mandiri.
“Jurusan Tata Busana SMKN 1 Sekotong ini potensinya besar untuk membuka usaha,” kata Kepala SMKN 1 Sekotong Parhi, Jumat lalu (11/7).
Saat ini, SMKN 1 Sekotong memiliki Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Dua jurusan ini bahkan sudah memiliki kerja sama dengan industri untuk menyalurkan lulusan.
Sedangkan jurusan Tata Busana SMKN 1 Sekotong yang akan dibuka belum memiliki mitra industri. Meski demikian, potensi lulusan untuk berwirausaha tetap sangat besar.
Parhi menjelaskan, setiap tahun saat SPMB, permintaan terhadap keterampilan menjahit selalu tinggi. Sayangnya, jumlah penjahit di Kecamatan Sekotong masih sangat minim.
Inilah yang mendorong SMKN 1 Sekotong untuk membuka jurusan Tata Busana agar bisa mencetak lulusan yang tak hanya siap kerja, tapi juga siap membuka usaha sendiri.
“Setiap SPMB banyak yang cari penjahit baju. Kami melihat jurusan Tata Busana SMKN 1 Sekotong bisa jadi solusi untuk kebutuhan ini,” ujar Parhi.
Jurusan Tata Busana SMKN 1 Sekotong diperkirakan akan diminati oleh siswa perempuan. Dengan keterampilan menjahit dan desain yang diasah sejak dini, lulusan SMKN 1 Sekotong tak hanya bisa menjadi pencari kerja, tetapi juga bisa mencipatakan lapangan kerja di bidang busana.
“Potensi lulusan jurusan Tata Busana SMKN 1 Sekotong sangat besar. Mereka bisa langsung bekerja atau membuka usaha sendiri. Lulusan kami sebagian besar sudah bekerja, hanya sedikit yang melanjutkan kuliah,” tandasnya.
Ia optimistis, pembukaan jurusan Tata Busana akan memperluas peluang ekonomi di wilayah Sekotong dan mendorong anak muda menjadi pelaku usaha kreatif yang mandiri.
Editor : Siti Aeny Maryam