Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dampak MBG Terasa! Anak-Anak PAUD Kini Berebut Masuk Sekolah Lebih Pagi

Nurul Hidayati • Sabtu, 6 Desember 2025 | 14:26 WIB
BAGIKAN MBG: Seorang guru membagikan MBG ke siswa PAUD. Program Makan Bergizi (MBG) yang digulirkan pemerintah mendapat respons sangat positif, khususnya dari lembaga pendidikan anak usia dini.
BAGIKAN MBG: Seorang guru membagikan MBG ke siswa PAUD. Program Makan Bergizi (MBG) yang digulirkan pemerintah mendapat respons sangat positif, khususnya dari lembaga pendidikan anak usia dini.

LombokPost – Program Makan Bergizi (MBG) yang digulirkan pemerintah mendapat respons sangat positif, khususnya dari lembaga pendidikan anak usia dini.

Kepala PAUD Nahdatul Maksuma Cakranegara, Murad, secara terbuka mengakui bahwa program tersebut berhasil meningkatkan semangat dan kehadiran siswa di sekolah.

Menurut Murad, dampak kehadiran program MBG sangat signifikan dalam mendorong kedisiplinan siswa.

“Adanya program MBG jadikan siswa rajin datang ke sekolah. Siswa jadi semangat bersekolah setelah program makan bergizi bergulir,” ujar Murad.

Murad menjelaskan bahwa jaminan makanan bergizi di sekolah tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memberikan daya tarik tersendiri bagi anak-anak usia dini untuk menghadiri kegiatan belajar mengajar secara rutin.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional yang diluncurkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Tujuan dan Sasaran Utama

Peningkatan Gizi: Program MBG bertujuan utama untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang membutuhkan, seperti anak usia sekolah.

Penguatan SDM: MBG adalah langkah strategis untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas.

 Baca Juga: Program MBG Disambut Antusias Murid SD Al Iqra Mataram

Investasi Masa Depan: Program ini dianggap sebagai investasi untuk masa depan bangsa.

Penurunan Stunting: Salah satu target MBG adalah menurunkan angka stunting hingga di bawah 5 persen.

Implementasi Program dimana program ini direncanakan segera direalisasikan mulai Januari 2025 dan telah bergulir di berbagai sekolah di Indonesia.

Penyaluran MBG dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pada tahun 2025, ditargetkan sebanyak 30.000 SPPG diperlukan untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat secara merata.

Keterlibatan UMKM: Program ini juga ditekankan untuk menggerakkan ekonomi daerah dan memberdayakan ekonomi di tingkat desa hingga provinsi, karena melibatkan puluhan ribu UMKM sebagai mitra penyedia makanan.

Pendaftaran kemitraan untuk Program Makan Bergizi Gratis dilakukan secara daring melalui laman resmi Badan Gizi Nasional (BGN).

Peran Badan Gizi Nasional (BGN)

Pelaksanaan program ini didukung dan dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). BGN juga menyalurkan paket MBG, bahkan kepada korban bencana seperti banjir.

Perluasan Manfaat

Selain anak usia sekolah, MBG bertujuan mengatasi masalah gizi buruk dan stunting, serta mendukung kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui. Program ini juga berperan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan konsumsi produk lokal yang bergizi.

Meskipun demikian, Murad memberikan satu saran konstruktif untuk keberlanjutan program ini. Ia berharap agar menu yang disediakan dalam program MBG dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan selera anak-anak usia dini.

Secara keseluruhan, program MBG di PAUD Nahdatul Maksuma Cakranegara telah membuktikan diri sebagai inisiatif yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga efektif meningkatkan motivasi belajar dan kehadiran siswa di sekolah.

Editor : Marthadi
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #orang tua #menu #siswa