Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keren, SMKN 1 Jonggat Kembangkan Motor Listrik Betrik

Ali Rojai • Selasa, 16 Desember 2025 | 23:30 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost- SMKN 1 Jonggat terus menunjukkan komitmennya mendukung energi terbarukan melalui inovasi motor listrik Betrik (Bebek Elektrik).

Hingga kini, SMKN 1 Jonggat telah mengonversi lima unit motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik, sekaligus memperkuat perannya sebagai pelopor konversi kendaraan listrik di Lombok Tengah.

Program konversi motor listrik di SMKN 1 Jonggat menjadi bagian dari pembelajaran siswa sekaligus kontribusi nyata sekolah dalam mendukung transisi energi ramah lingkungan. Inovasi Betrik juga diarahkan sebagai pusat pelatihan konversi motor listrik bagi masyarakat.

Kepala SMKN 1 Jonggat Ruju Rahmat menjelaskan, pengembangan motor listrik Betrik merupakan langkah strategis untuk menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi otomotif masa depan.

“Kami terus mengembangkan Betrik sebagai bagian dari pembelajaran siswa sekaligus kontribusi terhadap lingkungan. Hingga saat ini, lima unit motor BBM milik sekolah sudah kami konversi menjadi motor listrik,” ujar Ruju, Senin (15/12).

Ia mengungkapkan, biaya konversi motor BBM ke motor listrik secara mandiri berkisar Rp 15 juta per unit. Biaya tersebut mencakup penggantian komponen utama, seperti baterai, dinamo, dan controller sebagai penggerak utama motor listrik.

Namun demikian, Ruju menyebut, terdapat peluang biaya yang lebih terjangkau bagi masyarakat melalui program subsidi konversi motor listrik dari pemerintah. Melalui skema tersebut, masyarakat cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp 5 juta untuk mengubah motor BBM menjadi motor listrik.

“Untuk program subsidi pemerintah, masyarakat hanya menanggung sekitar Rp 5 juta. Ini peluang besar untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik,” jelasnya.

Selain itu, terdapat pula program konversi motor listrik gratis atau nol rupiah dari pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi kelompok tertentu atau dalam rangka promosi transisi energi.

Inovasi Betrik SMKN 1 Jonggat diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi siswa di bidang otomotif dan energi baru terbarukan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di masyarakat agar semakin beralih ke teknologi kendaraan ramah lingkungan.

Siswa SMKN 1 Jonggat memamerkan motor listrik Betrik pada NTB Expo di Halaman Kantor Gubernur NTB, Senin (15/12).
Siswa SMKN 1 Jonggat memamerkan motor listrik Betrik pada NTB Expo di Halaman Kantor Gubernur NTB, Senin (15/12).

“Dengan pengembangan motor listrik di sekolah, kami ingin menjadi agen transisi energi dan pusat pembelajaran otomotif masa depan,” pungkasnya.

Editor : Marthadi
#penggerak perubahan #tingkatkan kompetensi #Bebek Elektrik atau Betrik #Subsidi #transisi energi #SMKN 1 Jonggat #Motor BBM #konversi #ramah lingkungan #motor listrik #siswa