LombokPost - Kontestasi calon Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030 kian menghangat. Salah satu kandidat kuat, Prof Muhamad Ali, menyatakan optimisme menghadapi pemilihan rektor Unram dengan mengedepankan kapasitas personal, rekam jejak kepemimpinan, serta kesiapan Peta Jalan Unram 2045.
Dalam dinamika pemilihan calon Rektor Unram, Prof Ali menilai dukungan sivitas akademika terus menguat.
Dukungan tersebut, menurut Prof Ali, lahir dari kesadaran bahwa keberlanjutan capaian Unram membutuhkan figur yang memahami sistem, data, serta arah pengembangan jangka panjang universitas.
“Banyak pihak berharap Unram ke depan dipimpin orang yang benar-benar siap secara kapasitas dan pengalaman,” ujar Prof Ali.
Ia menyadari ketiga calon Rektor Unram memiliki peluang yang relatif seimbang. Namun faktor krusial penentu pemenang adalah suara menteri yang bobotnya mencapai sekitar 31 suara.
Menurut Prof Ali, suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan diberikan berdasarkan kapasitas, pengalaman kepemimpinan, serta capaian nyata kandidat. Ia optimistis pertimbangan tersebut berpihak pada calon yang paling siap membawa Unram ke level lebih tinggi.
“Menteri dikenal sangat berbasis data dan kapasitas personal. Itu menjadi salah satu sumber keyakinan kami,” jelas Prof Ali.
Sebagai calon Rektor Unram, Prof Ali memiliki rekam jejak panjang di Unram. Ia pernah menjabat Ketua LPPM Unram selama dua periode, aktif di tingkat fakultas, serta dipercaya memimpin unit pelaksana Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Yang paling strategis, Prof Ali saat ini mengemban amanah sebagai ketua tim penyusun Rencana Jangka Panjang Pengembangan Unram 2026–2045. Dokumen tersebut menjadi fondasi arah besar Unram menuju universitas riset dan bereputasi nasional hingga global.
“Dengan pengalaman menyusun Peta Jalan Unram 2045, kami yakin kesiapan calon rektor bisa dinilai secara objektif,” tegas Prof Ali.
Di tengah kompetisi calon Rektor Unram, Prof Ali menekankan pentingnya menjaga persatuan sivitas akademika. Menurutnya, Unram memiliki sekitar 1.380 dosen dengan potensi besar yang harus disinergikan.
Ia mendorong kepemimpinan kolektif kolegial, di mana seluruh kekuatan besar maupun kecil bergerak menuju visi yang sama.
“Jika semua calon dan pendukung bersatu, Unram akan sangat kondusif, rukun, dan elegan dalam bergerak mengejar target pengembangan,” ujar Prof Ali.
Dengan mengandalkan kapasitas, pengalaman, dan Peta Jalan Unram 2045, Prof Ali optimistis Unram dapat terus melanjutkan capaian positif yang telah diraih selama ini.
“Optimisme ini bukan sekadar keyakinan personal, tetapi didasari kesiapan dan kapasitas yang terukur,” pungkasnya.
Editor : Marthadi