LombokPost- Pemenuhan dokter di NTB diperkuat melalui kolaborasi perguruan tinggi. Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Hamzanwadi sepakat memperluas sinergi akademik untuk mendukung kebutuhan tenaga medis.
Penguatan sinergi dibahas dalam pertemuan antara Rektor Unram Prof Sukardi dan Rektor Universitas Hamzanwadi Dr Sitti Rohmi Djalilah di Rektorat Unram, pekan lalu.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan komitmen memperluas kerja sama, khususnya pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan sebagai sektor strategis dalam pemenuhan dokter di NTB.
Baca Juga: Literasi Budaya Sasak Dikuatkan, SDN 14 Cakranegara Jadi Percontohan Multietnik
Rektor Universitas Hamzanwadi Rohmi menekankan pentingnya pembaruan kerja sama agar lebih berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan riil tenaga medis.
“Kami ingin kerja sama ini lebih strategis dan memberi manfaat nyata, terutama dalam pemenuhan dokter di NTB,” ujarnya.
Salah satu skema yang ditawarkan adalah integrasi sistem penerimaan mahasiswa baru. Calon mahasiswa yang lulus passing grade Fakultas Kedokteran Unram tetapi tidak tertampung kuota, dapat langsung diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Hamzanwadi tanpa tes ulang.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Tekan Putus Sekolah di NTB, Wamen Tinjau SRMP 18 Lobar
Skema ini dinilai menjadi solusi praktis untuk memperluas akses pendidikan kedokteran sekaligus mempercepat pemenuhan dokter di NTB.
Menanggapi hal itu, Rektor Unram Prof Sukardi menyambut positif penguatan kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi akan diperluas tidak hanya pada pendidikan, tetapi juga riset dan layanan kesehatan.
“Kita akan perkuat kerja sama, mulai dari rumah sakit, klinik, hingga fakultas kedokteran. Ini penting untuk mendukung pemenuhan dokter di NTB,” tegasnya.
Baca Juga: Konsolda Pendidikan NTB Petakan ATS, Siapkan Database Isu Pendidikan 2026
Di tengah upaya itu, hasil ujian mandiri Unram juga direncanakan dapat dimanfaatkan oleh Universitas Hamzanwadi sebagai dasar seleksi mahasiswa baru. Dengan demikian, proses seleksi menjadi lebih efisien dan terintegrasi.
Kerja sama ini juga diarahkan untuk menjawab tantangan minimnya peminat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Biaya pendidikan yang tinggi selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam mencetak dokter spesialis.
Melalui sinergi Unram dan Universitas Hamzanwadi diharapkan akses pendidikan dokter spesialis semakin terbuka sehingga berdampak langsung pada pemenuhan dokter di NTB.
Baca Juga: Mahasiswa Jerman Magang di SMAN 3 Mataram, Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional
Selain itu, Unram menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif. Seluruh fasilitas yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk mendukung penguatan kerja sama, termasuk dalam kegiatan akademik maupun riset.
“Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling terhubung dan berorientasi pada kebutuhan daerah,” ujar Prof Sukardi.
Kolaborasi Unram dan Universitas Hamzanwadi diharapkan menjadi model sinergi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan kekurangan tenaga medis. Dengan penguatan pendidikan, riset, dan akses mahasiswa, pemenuhan dokter di NTB diyakini dapat tercapai lebih cepat.
Editor : Akbar Sirinawa