LombokPost- Di tengah era digital yang serba instan, semangat berkarya dan kreativitas siswa tetap menyala di lingkungan SMAN 8 Mataram.
Hal itu terlihat dari aksi inspiratif Guru Mata Pelajaran Seni Budaya I Nyoman Sandia yang kembali menghadirkan ruang ekspresi seni melalui kegiatan promosi karya siswa bertema “Lorong Pendidikan.”
Dengan gaya sederhana namun penuh dedikasi, ia terus konsisten menghadirkan berbagai ide kreatif demi menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya rasa, imajinasi, dan karakter.
Menjelang perpisahan siswa kelas XII, lorong sekolah disulap menjadi galeri seni yang memikat perhatian.
Tidak hanya memamerkan lukisan karya siswa, kegiatan ini juga menghadirkan pajangan wayang lengkap dengan deskripsi cerita khas Sasak yang sarat nilai budaya lokal.
Deretan karya tersebut memperlihatkan perpaduan antara seni modern, budaya daerah, dan makna pendidikan yang mendalam.
Baca Juga: Unram Luncurkan Hibah Top Tier 2026, Perkuat Riset Global Menuju World Class University
Menurut Nyoman, “Lorong Pendidikan” merupakan metafora perjalanan belajar manusia sepanjang hayat.
Lorong dimaknai sebagai ruang tanpa sekat tempat interaksi, proses, dan pembentukan karakter berlangsung melalui pengalaman, tantangan, serta hubungan antarwarga sekolah.
“Pendidikan bukan tujuan akhir, melainkan jalan untuk membentuk manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan. Karena itu, kualitas lingkungan sekolah sangat memengaruhi perkembangan peserta didik,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat penting di tengah kehidupan modern yang serba praktis.
Saat ini, siswa sangat mudah memperoleh gambar-gambar indah hanya melalui satu klik di telepon genggam, baik dari internet maupun teknologi AI.
Namun menurut Nyoman, proses berkarya yang melibatkan rasa, pikiran, dan pengalaman batin tetap memiliki nilai yang tidak tergantikan.
Baca Juga: Siswa MTsN 2 Lobar Lolos Jambore Pramuka Nasional 2026, Siap Tampil di Cibubur
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk kembali mencintai proses kreatif, menuangkan imajinasi, dan menghadirkan harmoni melalui karya seni.
Lorong sekolah pun berubah menjadi ruang inspirasi yang hidup dengan warna, cerita, dan makna.
“Karena saat karya siswa dipromosikan, yang tumbuh bukan hanya lukisan di dinding, tetapi juga keberanian, mimpi, dan identitas diri mereka,” tuturnya.
Editor : Kimda Farida