LombokPost - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB memastikan relaksasi anggaran BOS segera dicairkan pekan ini.
Kebijakan relaksasi anggaran BOS itu menjadi langkah konkret pemerintah provinsi menjaga kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan (tendik) paro waktu di NTB.
Kepala Dikpora NTB Syamsul Hadi menegaskan, kesejahteraan guru dan tendik paro waktu menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Karena itu, proses relaksasi anggaran BOS terus dipercepat agar hak guru dan tendik tetap terpenuhi di tengah keterbatasan anggaran pendidikan.
Menurut Syamsul, perhatian terhadap guru dan tendik paro waktu bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata yang juga menjadi arahan langsung Gubernur NTB.
Baca Juga: Siswi MAN 1 Kota Mataram Raih Juara 3 MTQ Nasional 2026 di Bali
“Gubernur sangat berkomitmen luar biasa. Sudah disampaikan kepada saya bahwa persoalan kesejahteraan guru paro waktu harus benar-benar diperjuangkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, relaksasi anggaran BOS dilakukan sebagai jawaban atas kebutuhan sekolah yang menginginkan kepastian regulasi penggunaan dana BOS. Langkah itu juga diambil agar pengelolaan anggaran tetap aman, transparan, dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Meskipun secara interpretasi surat edaran pusat sudah cukup jelas, kami tetap ingin semua berjalan sesuai aturan dan tidak bermasalah di kemudian hari,” katanya.
Baca Juga: Kemenag Mataram Antisipasi Lonjakan Siswa PMBM 2026, Kuota Kelas Bisa Ditambah
Syamsul menegaskan, relaksasi anggaran BOS diharapkan menjadi solusi menjaga stabilitas finansial di lingkungan pendidikan, terutama untuk pembayaran honor guru dan tendik paro waktu.
Syamsul mengaku telah menjadwalkan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait pekan ini agar proses administrasi pencairan relaksasi anggaran BOS segera rampung.
Ia memahami kondisi psikologis para guru dan tendik paro waktu yang harus menunggu pencairan honor dalam waktu cukup lama. Karena itu, percepatan pencairan menjadi perhatian serius pemprov.
Baca Juga: Pemkot Mataram Tutup Celah Manipulasi Absen ASN
“Saya tahu rasanya bagaimana menunggu honor cair. Bagi saya, kebahagiaan guru adalah kebahagiaan saya juga,” tegasnya.
Editor : Prihadi Zoldic