Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

FAO dan Unram Fasilitasi Workshop Nasional Penguatan Rantai Nilai dan Hilirisasi Rumput Laut Indonesia

Yuyun Kutari • Rabu, 10 Juni 2026 | 08:55 WIB
Foto bersama usai penyelenggaraan National Workshop on Strengthening Sustainable Seaweed Value Chains and Downstream Development di AONE Hotel Jakarta, Rabu (4/6). (IST/LOMBOK POST).
Foto bersama usai penyelenggaraan National Workshop on Strengthening Sustainable Seaweed Value Chains and Downstream Development di AONE Hotel Jakarta, Rabu (4/6). (IST/LOMBOK POST).

LombokPost-Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) bersama International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) Universitas Mataram (Unram), menyelenggarakan National Workshop on Strengthening Sustainable Seaweed Value Chains and Downstream Development di AONE Hotel Jakarta, Rabu (4/6).

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan, untuk membahas penguatan rantai nilai, serta pengembangan hilirisasi sektor rumput laut Indonesia secara berkelanjutan. 

Workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), akademisi, serta pelaku industri rumput laut dari berbagai daerah. 

Baca Juga: BPR NTB Salurkan Rp 23,35 Miliar Gaji Ke-13 PPPK

Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal menegaskan, komitmen FAO dalam mendukung pengembangan sektor rumput laut Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global.

“Keterlibatan FAO dalam forum ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan, untuk memperkuat kapasitas teknis dan kelembagaan sektor perikanan budidaya nasional,” jelasnya.

Dukungan terhadap penguatan sektor rumput laut juga disampaikan oleh Bappenas, Kemenko Bidang Pangan, serta Direktorat Rumput Laut KKP. Ketiga institusi tersebut menekankan, pengembangan rantai nilai dan hilirisasi rumput laut, merupakan bagian dari agenda prioritas nasional yang sejalan dengan program hilirisasi Pemerintah.

Sebagai mitra teknis akademis, ITSRC Unram berperan penting dalam penyusunan kajian awal yang menjadi dasar diskusi selama workshop.

Dr Eka Sunarwidhi Prasedya memaparkan hasil kajian sektor rumput laut Indonesia yang mencakup, pemetaan rantai nilai mulai dari tingkat pembudidaya, peran pengepul, proses pengolahan, hingga aspek hilirisasi dan keterlacakan produk untuk memenuhi tuntutan pasar global. 

Baca Juga: Bisa Dongkrak PAD, Usulan Gubernur Iqbal Direspons Positif Kemendagri Agar Bentuk OPD Pengelola Aset

Temuan tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan dalam sesi validasi bersama, guna mengidentifikasi kesenjangan data, tantangan utama, serta peluang pengembangan sektor rumput laut nasional.

Diskusi juga diperkuat oleh kehadiran Dr Nunik Cokrowati dan sejumlah akademisi lainnya yang berbagi pengalaman riset lapangan terkait budidaya rumput laut tropis. 

Sementara itu, Ketua ARLI Safari Aziz, memimpin sesi diskusi mengenai berbagai kendala prioritas dan peluang pengembangan industri rumput laut.

Perspektif yang disampaikan pelaku usaha dinilai melengkapi hasil kajian akademis sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai kondisi industri di lapangan.

“Kami bersyukur dapat bermitra dengan FAO dan seluruh pemangku kepentingan dalam forum penting ini. Semoga hasil diskusi hari ini dapat memberikan manfaat nyata, terutama bagi para pembudidaya rumput laut di seluruh Indonesia,” ujar Dr Eka.

Workshop yang berlangsung sejak pukul 08.30-17.00 WIB tersebut, menghadirkan tiga sesi panel utama dan ditutup dengan sesi sintesis, untuk merumuskan rekomendasi strategis.

Hasil diskusi berupa rekomendasi kebijakan dan investasi akan dikompilasi, serta disampaikan kepada para pemangku kepentingan, sebagai bahan masukan dalam perencanaan pengembangan sektor rumput laut Nasional ke depan. 

Baca Juga: Jumlah Penerima Bantuan di NTB Berpotensi Menyusut, Dampak Verifikasi Ketat Program Desa Berdaya

ITSRC Unram sendiri merupakan pusat riset yang berfokus pada penelitian dan pengembangan rumput laut tropis, khususnya Kappaphycus spp. dan Eucheuma spp.

Melalui berbagai kolaborasi dengan mitra nasional maupun internasional, ITSRC terus berkontribusi dalam mendukung penguatan sektor akuakultur dan industri rumput laut Indonesia.

Editor : Akbar Sirinawa
#Universitas Mataram (Unram) #Indonesia #rumput laut #Bappenas #hilirisasi