MAN 1 Mataram Dorong Siswa Lanjut Kuliah

Jay • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:42 WIB
BERIKAN MOTIVASI: Kabid Madrasah Kanwil Kemenag NTB Nasrullah (pakai peci/depan) memberikan motivasi kepada siswa untuk melanjutkan ke jenjang S2, S3, bahkan profesor dalam kegiatan RRI Fest di MAN 1 Mataram, Rabu (9/9).
BERIKAN MOTIVASI: Kabid Madrasah Kanwil Kemenag NTB Nasrullah (pakai peci/depan) memberikan motivasi kepada siswa untuk melanjutkan ke jenjang S2, S3, bahkan profesor dalam kegiatan RRI Fest di MAN 1 Mataram, Rabu (9/9).

 

LombokPost- MAN 1 Mataram mendorong siswanya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus madrasah. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan RRI Fest di MAN 1 Mataram, Rabu (9/9). Dorongan melanjutkan kuliah tersebut disampaikan Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag NTB Nasrullah. Dia mengingatkan para siswa agar menjadikan pendidikan sebagai prioritas untuk mempersiapkan masa depan.

Menurut Nasrullah, ilmu menjadi bekal penting bagi seseorang dalam menjalani kehidupan. Karena itu, proses belajar tidak seharusnya berhenti setelah siswa menyelesaikan pendidikan di jenjang madrasah atau sekolah menengah.

“Kalau kalian ingin hidup bahagia, selamat dan tenang di dunia maupun akhirat, harus memiliki ilmu,” ujar Nasrullah, Rabu (9/9).

Baca Juga: SDN 13 Mataram Andalkan Tutor Sebaya, Atasi Keterbatasan Guru

Ia mendorong siswa MAN 1 Mataram untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Tidak hanya berhenti pada gelar sarjana (S1), siswa diharapkan terus mengembangkan pendidikan hingga jenjang magister (S2), doktor (S3), bahkan profesor sesuai bidang keilmuan dan kemampuan masing-masing.

Dia menilai pendidikan tinggi dapat menjadi salah satu bekal penting bagi siswa dalam meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan kehidupan di masa depan. Karena itu, siswa diminta tidak terburu-buru meninggalkan dunia pendidikan setelah lulus dari MAN 1 Mataram. Kesempatan untuk melanjutkan kuliah harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Jangan sampai setelah selesai sekolah kemudian ada niat untuk tidak melanjutkan pendidikan dan memilih menikah. Kejarlah ilmu sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya dan setinggi-tingginya,” pesannya.

Baca Juga: Mahasiswa Jerman PPL di SMAN 3 Mataram, Siswa Dapat Pengalaman Global

Pesan tersebut sekaligus berkaitan dengan upaya mencegah pernikahan usia dini di NTB. Nasrullah mengingatkan siswa agar tidak menjadikan pernikahan sebagai pilihan utama setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

“Sekolah dulu, merarik (menikah) belakangan,” katanya.

Nasrullah juga menyinggung kondisi pernikahan anak di NTB. Berdasarkan data yang disampaikannya, sepanjang 2025 tercatat sekitar 1.963 anak menikah di bawah umur. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.521 anak tercatat melahirkan di usia dibawah umur berdasarkan data yang disebut Nasrullah berasal dari puskesmas. Data tersebut menjadi perhatian karena pernikahan dan kehamilan pada usia terlalu muda dapat menimbulkan berbagai persoalan. Mulai dari kesiapan fisik dan mental hingga kemampuan ekonomi dalam membangun keluarga.

Baca Juga: PGRI Mataram Galang Donasi Gempa NTT Rp 202,91 Juta

Menurut Nasrullah, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu. Lebih dari itu, pernikahan menjadi awal membangun keluarga sekaligus mempersiapkan generasi berikutnya. Karena itu, dia meminta siswa MAN 1 Mataram memanfaatkan masa remaja untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan pendidikan.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Mataram Lalu Syauki mengatakan, RRI Fest di MAN 1 Mataram tidak hanya menjadi ajang perayaan. Kegiatan tersebut dikemas sebagai ruang pembelajaran bagi siswa melalui berbagai agenda dan kehadiran sejumlah lembaga.

Beberapa lembaga memberikan edukasi sesuai bidang masing-masing. Mulai dari Kementerian Hukum dan HAM, perbankan yang memberikan literasi keuangan digital, Universitas Terbuka (UT) untuk konsultasi perkuliahan, hingga Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram yang memberikan edukasi keamanan obat dan pangan.

Baca Juga: Lomba Dulang Penamat MAN 1 Mataram Libatkan BBPOM

Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Selain menggerakkan perekonomian di lingkungan madrasah, UMKM menjadi sarana belajar kewirausahaan.

“Untuk memperdalam pemahaman, para siswa juga ditugaskan oleh bapak dan ibu guru untuk menyusun laporan kegiatan,” ujar Syauki.

Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam RRI Fest MAN 1 Mataram yakni edukasi pencegahan Merariq Kodeq atau pernikahan usia dini. Materi tersebut dinilai relevan karena siswa berada dalam fase remaja yang membutuhkan bekal pengetahuan dalam menentukan masa depan.

Baca Juga: Unram Perkuat Kerja Sama dengan China, Bidik Magang hingga Riset Bersama

Syauki mengatakan, keterlibatan berbagai lembaga di luar madrasah menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman siswa. Termasuk mendorong siswa mengenal berbagai pilihan pendidikan dan dunia setelah lulus dari madrasah.

“Kami di sini (MAN 1 Mataram) tidak hanya mengajarkan keagamaan, melainkan juga membekali siswa secara seimbang di bidang sains, teknologi, hingga humaniora,” tandasnya.

Dengan berbagai pembekalan tersebut, Syauki mendorong siswa melanjutkan kuliah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah lulus. Pendidikan tinggi diharapkan menjadi salah satu pilihan utama siswa sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Lombok Post
lanjut kuliah melanjutkan kuliah MAN 1 Mataram pendidikan tinggi Siswa MAN 1 Mataram