Sebelumnya, Nur Salam telah menerima SK dan B.1-KWK dari PPP. Terbitnya SK dan B.1-KWK dari Demokrat melengkapi kepastian koalisi sekaligus syarat mendaftar ke KPU.
PPP dengan 4 kursi dan Demokrat 5 kursi. Nur Salam memenuhi syarat minimal 9 kursi untuk bertarung di Pilbup Sumbawa. “Semoga ini bisa melancarkan ikhtiar kami (meraih kemenangan),” imbuhnya.
Tiga Bapaslon lain yang sudah lebih dahulu kantongi tiket Pilbup antara lain petahana H Mahmud Abdullah berpasangan dengan Dewi Noviany. Selain itu Syarafuddin Jarot-H Mukhlis dan pasangan independen Talifuddin-Sudirman.
Selain Sumbawa, Bapaslon penerima SK Demokrat antara lain H Ahmad Ziadi-HL Aswatara di Lombok Tengah (Loteng), H Najmul Akhyar-H Suardi di KLU, dan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi di Mataram. “Betul (sudah ada mulai penyerahan),” kata Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH Mahally Fikri.
Penyerahan SK dan B.1-KWK Demokrat dilaksanakan mulai 27 Agustus kemarin. Penyerahan dilaksanakan secara bertahap dan kolektif di seluruh kabupaten/kota se Indoensia. “Sampai tanggal 1 September,” terangnya.
Sementara untuk Bima, Dompu, dan Kabuapten Sumbawa Barat (KSB) penyerahan masih menunggu penjadwalan dari DPP. “Penerimannya pun akan kami publis setelah secara resmi diserahkan DPP,” terangnya.
Khusus di KSB arah dukungan Demokrat final ke KH Syamsul Ismain-Mustakim Patawari. “B.1-KWK sudah ada karena PBB sudah menerbitkan B.1-KWK juga,” terangnya.
Terkait masih kurangnya satu kursi di KSB, Mahally memastikan sudah teratasi dengan baik. “Saat ini Bapaslon tengah mendekati salah satu partai untuk memperoleh dukungan,” pungkasnya. (zad/r2)
Editor : Administrator