LombokPost--Baliho rival lama petahana H Mohan Roliskana yaitu Hj Selly Andayani bermunculan. Baliho itu tepasang salah satunya di kawasan Karang Jangkong, Kota Mataram.
Koordinator Relawan Selly Lalu Ari Usman Sanjaya mengatakan, foto itu dipasang atas insiatif dirinya bersama beberapa orang yang tergabung dalam relawan. “Betul itu yang pasang memang kami, atas insiatif kami sendiri,” kata Jaya pada Lombok Post, Sabtu (1/6).
Kemunculan baliho itu sebagai upaya mengetuk hati Selly agar mau tampil lagi di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Mataram 2024. “Kami juga tengah berupaya menghimpun sebanyak-banyaknya relawan, meyakinkan Bunda Selly agar bersedia tampil lagi Pilwalkot Mataram 2024,” harapnya.
Ia berharap semakin banyak dukungan warga untuk Selly tampil di pilwalkot dapat mengubah keputusan mantan Pj Wali Kota Mataram tersebut agar mau melirik lagi panggung pilwalkot. “Respons dari teman-teman kampung juga luar biasa. Banyak yang antusias bertanya benarkah Bunda Selly akan tampil lagi dan mereka ingin mendukung,” tuturnya.
Selain upaya untuk menggaungkan konsolidasi secara besar-besaran, Jaya menambahkan baliho itu bertujuan meramaikan suasana pilwalkot. Jaya prihatin melihat perkembangan demokrasi ibu kota yang terkesan sunyi.
Ia membandingkan bagaimana efuroia daerah lain menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Banyak kontestan atau figur bermunculan sehingga memperbanyak pilihan masyarakat mencari pemimpin terbaik.
Di sisi lain, ia mengritik pembangunan oleh pemerintahan yang berjalan saat ini dinilai tidak ada yang istimewa. “Belum ada gagasan revolusioner atau pembangunan dengan lompatan luar biasa. Padahal ini adalah ibu kota,” ucapnya.
Ia mencontohkan, fasilitas Teras Udayana dan Sangkareang dinilai masih orientasinya pada proyek, bukan fasilitas strategis untuk menunjang pembangunan ibu kota.
“Makanya insya Allah kami mendukung beliau (Selly, Red) untuk calon wali kota, bukan untuk wakil wali kota, karena gagasan beliau (saat menjabat pj) luar biasa,” pujinya.
Belum pula ia mengkritik pemimpin saat ini dianggapnya jarang turun ke bawah. Padahal saat ini masyarakat membutuhkan pemimpin dekat dengan rakyat sehingga bisa menyuarakan keluh kesah dan harapan pembangunan.
“Saya tinggal di RT 6 (Karang Jangkong), kami ingin dikunjungi, paling tidak ketika saat salat Jumat berjamaah,” ujarnya. (zad)
Editor : Hidayatul Wathoni