LombokPost – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menepis isu soal kerusakan Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, Pulau Sumatera.
Ia perlu memberi klarifikasi karena di media sosial (medsos) sempat mencuat dalam film dokumenter Years of Living Dangerously yang menampilkan video dirinya dimarahi oleh aktor Hollywood Harrison Ford.
Hal itu diduga karena Zulhas yang saat itu menjabat Menteri Kehutanan RI tidak melakukan penegakan hukum untuk menghentikan perusakan hutan.
Nah, isu tersebut ikut dikaitkan dalam bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) saat ini.
Banjir bandang dan tanah longsor yang dahsyat itu membuat nama Zulhas menjadi salah satu pejabat yang paling dihujat netizen di media sosial.
Zulhas menilai hal tersebut keliru karena wilayah yang kini terdampak banjir bukanlah kawasan yang berada di bawah pengelolaan Tesso Nilo.
Ia juga mengatakan bahwa banjir di Aceh-Sumatera tidak memiliki keterkaitan dengan kebijakan yang pernah ia keluarkan saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan periode 2009-2014.
"Saya jelaskan sedikit mengenai banjir Sumatera. Yang bencana itu Aceh, nomor dua Sumatera Utara, nomor tiga Sumatera Barat. Yang dimasalahkan Tesso Nilo. Tesso Nilo itu ada di Riau namanya taman nasional," jelas Zulhas.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri acara Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Sabtu (6/12). Momen itu juga dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Ditegaskan, daerah-daerah yang terdampak banjir berada jauh dari kawasan Tesso Nilo. Ia menilai klaim yang mengaitkan kejadian tersebut dengan dirinya sebagai sebuah kekeliruan narasi.
"Kawasan Tesso Nilo tidak banjir. Yang banjir itu Aceh, Sumbar, Sumut, Malaysia, dan Thailand," paparnya.
Dia bilang bahwa tudingan yang menyebut dirinya sebagai penyebab banjir terlalu berlebihan.
"Yang salah Zulkifli Hasan. Ya saya bilang nggak apa-apa, saya tersanjung juga. Sebegitu berkuasa kah saya," cetus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Zulhas menjelaskan bahwa Tesso Nilo adalah kawasan taman nasional yang tidak mungkin diberikan izin pembukaan lahan oleh menteri mana pun.
Ia menyebut narasi yang menyatakan dirinya memberi izin sebagai tuduhan tidak berdasar.
Zulhas juga menampik bahwa tidak ada satu pun izin pembukaan hutan baru yang dikeluarkan pemerintah di wilayah Aceh, Sumatera Barat, maupun Sumatera Utara.
Ia menjelaskan bahwa wilayah itu sudah memiliki kawasan perkebunan sejak masa kolonial Belanda.
Editor : Redaksi Lombok Post