LombokPost – Musibah kebakaran yang menghanguskan 30 rumah warga di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, menjadi perhatian serius kader PDI Perjuangan.
Melalui dukungan Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat, jajaran DPC PDIP Kabupaten Sumbawa turun ke lokasi menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada para korban kebakaran.
"Ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kader atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq, Senin (23/3).
Disampaikan, total nilai bantuan yang disalurkan sebesar Rp 25 juta. Abdul Rafiq menyampaikan meskipun nilai bantuan tidak besar, tapi diharapkan bisa sedikit meringankan beban para warga yang terdampak musibah.
"Nilainya mungkin tidak besar, tapi ini adalah wujud nyata kepedulian kader. Atas arahan DPD PDIP NTB, kami hadir membantu saudara-saudara yang sedang mengalami musibah," ujar Rafiq.
Dalam kesempatan tersebut, ia disampaikan salam hormat dari Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat kepada seluruh korban kebakaran.
"Meskipun beliau tidak dapat hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat terdampak, namun secara batin beliau sangat merasakan duka dan luka yang dialami oleh para korban," papar Rafiq.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Ketua DPD PDIP NTB juga telah melakukan komunikasi dengan DPP PDI Perjuangan, khususnya melalui Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPP. Diharapkan ke depan akan ada tambahan bantuan yang dapat diberikan kepada warga terdampak kebakaran di Desa Kalimango.
Lebih lanjut Abdul Rafiq menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat tersebut. Ia berharap para korban diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini.
Di akhir pernyataannya, Abdul Rafiq mengajak seluruh pihak untuk turut mendoakan dan memberikan dukungan moral kepada para korban agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini.
"Kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban, kami berharap tetap sabar dan kuat menghadapi cobaan ini. Semoga ada hikmah di balik musibah yang terjadi," tambah Rafiq.
Selain itu, DPC PDIP Kabupaten Sumbawa juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap sarana penanggulangan kebakaran di wilayah Kecamatan Alas.
Ia menilai perlu adanya penambahan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang memadai di wilayah tersebut. Mengingat dalam waktu dekat telah terjadi dua kali kebakaran di wilayah Kecamatan Alas.
"Ke depan kami juga berharap adanya penambahan unit Damkar yang layak di Kecamatan Alas agar respon terhadap kejadian kebakaran bisa lebih cepat dan potensi kerugian dapat diminimalisir," pungkas Rafiq.
Turut hadir dalam momen itu Wakil Ketua DPD PDIP NTB yang juga anggota DPRD NTB Abdul Rahim. Ia berharap Pemkab Sumbawa memikirkan langkah-langkah strategis untuk membantu para korban. Termasuk rencana membangun kembali rumah warga yang terdampak kebakaran.
"Saya meyakini pemerintah daerah melalui Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa tentu sudah merencanakan langkah-langkah untuk membangun kembali rumah warga yang terdampak kebakaran, sehingga mereka dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak," kata Bram, sapaan karib Abdul Rahim.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan rumah bagi para korban bisa dilakukan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) yang bersumber dari APBD Pemkab Sumbawa. Selain itu juga diharapkan sharing anggaran dengan Pemprov NTB agar dukungan pembiayaan lebih optimal.
Agar lebih maksimal, skema pembiayaan bisa juga melibatkan Baznas Kabupaten Sumbawa melalui pola sharing anggaran. Pelaksanaannya tentu dapat disesuaikan dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku, sehingga tetap akuntabel dan tepat sasaran.
Menurutnya, jika dihitung secara realistis, pembangunan rumah layak huni dengan kisaran anggaran minimal sekitar Rp 50 juta per rumah sudah cukup ideal untuk membantu para korban agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
"Kalau memungkinkan, skema ini bisa diperkuat dengan sharing anggaran antara APBD Kabupaten, Pemerintah Provinsi NTB, serta dukungan Baznas, sehingga kualitas rumah yang dibangun benar-benar maksimal dan layak dihuni," imbuhnya.
Editor : Marthadi