Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPRD Dorong PT GNE Berbenah di Bawah Direksi dan Komisaris Baru 

Umar • Jumat, 1 Mei 2026 | 07:26 WIB
Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi (kanan) dan Sekretaris Komisi III Raden Nuna Abriadi (kiri).
Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi (kanan) dan Sekretaris Komisi III Raden Nuna Abriadi (kiri).

LombokPost – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah menetapkan jajaran direksi dan komisaris baru PT Gerbang NTB Emas (GNE) periode 2026–2031 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa lalu (28/4).

Gubernur menunjuk Yuyud Indrayudi sebagai Direktur PT GNE. Kemudian Sulman dipercaya sebagai Direktur Keuangan, serta Suhaimi sebagai Direktur Operasional PT GNE.

Sementara di jajaran Komisaris, Gubernur menetapkan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTB Izzuddin Mahili sebagai Komisaris Utama. Ia didampingi dua anggota komisaris, Lalu Aksar Ansori dan Muhammad Ihwan.

Baca Juga: DPRD NTB Desak Gubernur Segera Tetapkan Direksi Definitif PT GNE

"Kita doakan semoga kinerja direksi dan komisaris PT GNE ini lebih baik, lebih maju, lebih progresif, dan lebih kompetitif," kata Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi, Rabu (29/4). 

Pihaknya mendorong peningkatan kapasitas produksi beton dan paving block yang selama ini menjadi core bisnis GNE. Tujuannya bisa menyerap permintaan dari sektor pemerintah dan swasta secara maksimal.

"Kami dorong agar kapasitas produksi, kapasitas layanan, dan kontribusinya harus semakin meningkat. Jangan sampai stagnan," papar Sambirang. 

Baca Juga: BUMD Bukan Tempat Parkir Timses, DPRD Minta Tegakkan Meritokrasi di Seleksi Direksi GNE

Sementara itu, sorotan mucul dari jajaran komisaris. Yaitu munculnya nama Muhammad Ihwan alias Iwan Slenk yang diketahui merupakan eks Ketua Tim Hukum 99 Iqbal-Dinda pada Pilkada NTB 2024. Sedangkan komisaris lainnya, Lalu Aksar Ansori adalah figur yang dikenal sebagai mantan Ketua KPU NTB. 

"Dengan keputusan ini kami khawatir terkait aspek profesionalisme. Jangan sampai pihak-pihak yang dipercaya menjadi beban bagi manajemen perusahaan," kata Sekretaris Komisi III Raden Nuna Abriadi. 

Disampaikan, hal itu merupakan bagian dari hak prerogatif Gubernur Lalu Muhamad Iqbal. Tapi, pihaknya pesimistis kalau penempatan direksi dan komisaris BUMD dilakukan berdasarkan faktor kedekatan.

Baca Juga: PT GNE Akhirnya Bayar Utang Pajak Rp 5,7 Miliar, Segera RUPS Agar Bisa Setor Dividen

Bukan karena asas profesionalisme yang menempatkan seseorang sesuai bidang dan kemampuannya dalam membesarkan BUMD. Hal ini membuatnya merasa pesimistis kalau PT GNE bisa berkembang menjadi perusahaan yang sehat. 

"Kami khawatir terjadi conflict of interest. Karena komisaris dipilih berdasarkan kedekatan. Kita tahu lah kawan-kawan kita ini adalah tim pemenangan utama Pak Gubernur," bener Nuna. 

Meski demikian, pihaknya tetap memberikan apresiasi dengan RUPS itu. Diharapkan jajaran direksi dan komisaris yang baru bisa memperbaiki kinerja korporasi.

Baca Juga: Dewan NTB Minta GNE Fokus Bisnis Beton agar Tidak Tambah Boncos

Sehingga menjadi titik balik untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap PT GNE serta menghadirkan kinerja yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.

"Harapan kami kepada direksi baru, GNE tidak hanya sekadar bertahan hidup. Tapi juga benar-benar bisa naik kelas menjadi BUMD yang sehat, produktif, dan memberi kontribusi nyata bagi daerah," pungkas politisi PDIP itu. 

Editor : Akbar Sirinawa
#rups #DPRD NTB #direksi dan komisaris #PT GNE #Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal