Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Tolak Kereta Gantung Rinjani, Ganggu Kesakralan dan Kelestarian Alam Rinjani  

Umar • Jumat, 8 Mei 2026 | 14:13 WIB
Seorang buruh panggul (porter) memikul barang bawaan pendaki dari arah Sembalun menuju Pelawangan Sembalun di Taman Nasional Gunung Rinjani beberapa waktu lalu.
Seorang buruh panggul (porter) memikul barang bawaan pendaki dari arah Sembalun menuju Pelawangan Sembalun di Taman Nasional Gunung Rinjani beberapa waktu lalu.

LombokPost – Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali mencuat.

Itu seiring dengan berlanjutnya penyusunan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) di pemerintah pusat. Meski mendapat penolakan dari sejumlah kalangan, peluang proyek dengan anggaran Rp 6,7 triliiun itu masih terbuka. 

Komisi II DPRD NTB yang membidangi pariwisata mengingatkan pemerintah untuk tidak begitu saja menerima proposal proyek kereta gantung. Harus dikaji betul bagaimana dampaknya terhadap lingkungan dan sosial budaya di sekitar kawasan. 

Baca Juga: Ide Kereta Gantung Rinjani Jalan Terus, Kini Pusat Kaji Dokumen Amdal

"Secara normatif sejak awal kami menolak rencana investasi kereta gantung ini," kata Ketua Komisi II DPRD NTB Lalu Lelita Putra, Kamis (7/5).

Disampaikan, Gunung Rinjani bukan sekadar destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam. Tapi juga simbol identitas dan warisan dunia yang harus dijaga. "Saya kira kelestarian Rinjani ini jangan sampai dikorbankan karena iming-iming investasi," imbuh Pelita.

Anggota Komisi II Lalu Arif Rahman Hakim menyampaikan semua pihak harus menghargai kearifan lokal yang hidup di masyarakat Sasak di Pulau Lombok. Kereta gantung berpotensi menurunkan kesakralan Rinjani oleh wisatawan bermodal tebal. 

Baca Juga: DPRD-Walhi Ingatkan Kerusakan Ekosistem Rinjani Jika Proyek Kereta Gantung Lanjut

"Semua tahu bahwa Rinjani adalah sesuatu yang sakral yang harus dihargai dan dihormati. Maka jangan rusak kesakralan Rinjani hanya demi investasi," tegas Arif.

DPRD meminta agar pemprov juga secara tegas menolak rencana pembanguan kereta gantung. Sebab akan memiliki dampak negatif yang besar terhadap lingkungan dan sosial budaya. "Kami dengar Pak Gubernur (Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Red) juga menolak pembangunan ini. Tentu ini kita dukung," ujarnya.

Menurutnya, penolakan masyarakat menjadi faktor penting yang dapat menentukan nasib akhir pengurusan Amdal. "Kalau masyarakat menolak kan pemerintah bisa menilai apakah pembangunan kereta gantung layak diteruskan atau tidak," papar Arif. 

Baca Juga: Waspada! Kereta Gantung Rinjani Bisa Menambah Kritis Hutan NTB

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB mengkritik keras atas rencana pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani. Sebab berpotensi merusak dan mengalihfungsikan kawasan hutan. Proyek juga akan merusak ekosistem Rinjani karena dilakukan di lingkungan hutan

"Proyek ini tidak mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung ekosistem. Aktivitas kereta gantung akan mengganggu lingkungan hidup di sana. Seperti pohon dan ekosistem lainnya di sana," kata Direktur Walhi NTB Amri Nuryadin, kemarin.

Ditegaskan, proyek kereta gantung tidak pernah disampaikan kepada publik terkait kajian feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Termasuk hasil konsultasi publik juga belum pernah diberikan ke publik. 

Baca Juga: Mana yang Paling Ditunggu Warga Kalau NTB Punya Transportasi Modern, Pilih Jalan Tol, Kereta Gantung, atau Kereta Api, Ini Plus Minusnya

Sehingga daripada membangun fasilitas yang berpotensi merusak hutan, sebaiknya pemerintah fokus melakukan mitigasi potensi kecelakaan pendakian Rinjani. 

"Memang ini kewenangan pusat ya, tapi Pemprov NTB juga bisa berkontribusi untuk menyuarakan penolakan dengan pertimbangan kelestarian lingkungan dan hutan," tegasnya.

Menurutnya, proyek kereta gantung hanya akan menambah beban berat kawasan TNGR. Walhi memastikan akan turun bersama jaringan serta anggota masyarakat sekitar untuk menolak pembangunan kereta gantung.

Baca Juga: Balai TNGR Uji Drone Thermal untuk Percepat Penyelamatan di Rinjani

"Kalau pemerintah ngotot ingin bangun kereta gantung, sama dengan menambah masalah baru atas ekosistem di wilayah Rinjani," tandas Amri. 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#Kereta Gantung Rinjani #Gunung Rinjani #TNGR Rinjani #DPRD NTB #Walhi NTB