LombokPost – Dewan Pimpinan Wilayah Partai (DPW) Partai NasDem NTB membantah keras tudingan yang menyebut Ketua DPW NasDem NTB Mori Hanafi memonopoli pengelolaan puluhan dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah NTB.
Sekretaris DPW NasDem NTB Ardany Zulfikar mengatakan tuduhan itu tidak hanya menyerang personal. Tapi juga Partai NasDem secara kelembagaan. "Intinya kami bantah keras. Serangan yang membabi buta ini juga bisa mendiskreditkan Partai Nasdem di NTB," kata Ardany, Selasa (7/7).
Pihaknya bisa memahami reaksi keras dari para kader NasDem. Sebab posisi Mori Hanafi sebagai Ketua DPW NasDem NTB adalah representasi dari partai itu sendiri. Sehingga tuduhan tanpa dasar itu bisa berdampak terhadap citra organisasi.
Baca Juga: DPP Targetkan NasDem NTB Masuk Tiga Besar Pemilu 2029, Begini Kata Mori Hanafi
"Makanya kami minta pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjadikan ini sebagai warning. Jangan terlalu mudah menuduh tanpa bukti," tegasnya.
Karena jika tuduhan tersebut tidak benar, bisa berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. "Ini menjadi peringatan bagi siapa saja agar tidak asal menuduh tanpa dasar dan tanpa bukti," papar Ardany.
Ia mengingatkan bahwa kritik harus dibangun di atas data dan fakta. Bukan melalui tuduhan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Silakan mengkritisi program pemerintah sebagai bagian dari kontrol sosial. Tetapi kalau informasi yang disampaikan tidak benar, tentu ada konsekuensi hukumnya," pungkasnya.
Baca Juga: Anggaran MBG 2027 Diproyeksikan Turun Jadi Rp 174 Triliun
Sebelumnya beredar di media sosial tudingan yang menyebut Mori Hanafi melakukan monopoli dapur
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Khususnya di Pulau Sumbawa. Bahkan dalam flyer disebutkan massa siap menggelar aksi di Kantor DPP NasDem di Jakarta.
Ketua Badan Advokasi dan Hukum DPW NasDem NTB Lalu Rusdi menegaskan Mori Hanafi tidak pernah memiliki atau mengelola dapur MBG secara langsung sebagaimana tuduhan yang beredar. Menurutnya, Mori Hanafi justru disibukkan dengan tanggung jawabnya sebagai Ketua DPW NasDem NTB sekaligus Ketua KONI NTB.
"Rumor itu tidak benar. Ketua DPW tidak memiliki dapur MBG sebagaimana yang dituduhkan," kata Lalu Rusdi.
Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi MBG, Lalu Muhammad Iwan Sering Santuni Anak Yatim hingga Berkurban
Ditegaskan, jika tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan, DPW NasDem NTB akan menempuh jalur hukum. Kini, NasDem sedang menyiapkan laporan terhadap pihak-pihak yang diduga membuat dan menyebarluaskan flyer. Termasuk pihak yang mengatasnamakan sebagai koordinator aksi.
"Kami akan mencari siapa pembuat flyer. Juga siapa yang menyebarkan di media sosial maupun grup percakapan, termasuk pihak-pihak yang menjadi koordinator aksi. Jika tuduhan itu tidak dapat dibuktikan, kami akan mengambil langkah hukum," tegasnya. (mar/r2)
Editor : Kimda Farida