Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengunjungi Embung Bidadari yang Viral di Desa Saba, Lombok Tengah

Rury Anjas Andita • Jumat, 19 Agustus 2022 | 17:30 WIB
RESMI DIBUKA: Sejumlah wisatawan saat menikmati objek wisata Tandung Andung di Desa Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Loteng, Sabtu (15/1). (Dedi/Lombok Post)
RESMI DIBUKA: Sejumlah wisatawan saat menikmati objek wisata Tandung Andung di Desa Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Loteng, Sabtu (15/1). (Dedi/Lombok Post)
NAMA Embung Bidadari di Dusun Jembe Barat, Desa Saba, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah ini semakin viral. Konon, air dan lumpur dipercaya mengobati segala macam penyakit.

-----

Selasa (16/8) pukul 16.30 Wita, Lombok Post berkunjung ke Embung Bidadari. Sebagian besar warga desa di Kecamatan Janapria sudah mengetahui keberadaan embung itu. Bahkan, mereka pernah berkali-kali datang.

Ada yang sekadar melihat-lihat, mengambil foto dan video hingga ada yang mandi, dan membawa pulang air embung menggunakan botol kemasan, bahkan galon. Warga mempercayai, air dan lumpur di tempat itu memiliki segudang khasiat. Salah satunya, mengobatasi segala macam penyakit.

Seperti penyakit rematik, nyeri otot atau lumpuh, gatal-gatal, buta dan tuli, penyakit jantung, demam, batuk dan flu, dan masih banyak lagi. Caranya, dengan berendam di dalam embung. Atau, melulur tubuhnya menggunakan lumpur.

Kendati air embung keruh dan kotor, namun warga seolah tak peduli. Itu demi mencari kesembuhan, atau tergantung niat. Nama Embung Bidadari itu sendiri mencuat, setelah sejumlah warga melihat pelangi muncul di embung. Peristiwa itu terjadi dua bulan yang lalu, atau saat hujan reda.

Salah satu saksi mata Amaq Nasri menceritakan, kala itu ia sedang berada di lahan yang di tanam tembakau. Tidak jauh dari embung. Pria kelahiran 1979 tersebut mengaku terpesona melihat warna warni pelangi. Namun, sebagian lagi melihat seolah-olah ada bidadari yang turun dari langit.

Seperti kisah film Bidadari Turun dari Kayangan. Embung yang awalnya tidak memiliki nama, embung yang biasa digunakan untuk kebutuhan air irigasi pertanian dan embung yang biasa dimanfaatkan untuk memandikan kerbau langsung mendadak jadi bahan perbincangan.

Apalagi, beberapa petani dan warga lingkar embung ada yang sakit. Lalu, begitu selesai mandi air dan mandi lumpur, langsung sembuh total. Dari kisah itulah, nama embung semakin dikenal luas. Cerita dari mulut ke mulut terus bermunculan.

Hasilnya, yang datang tidak saja dari Desa Saba, tapi desa-desa tetangga diwilayah Janapria. Mereka penasaran dengan khasiat air dan lumpur di embung tersebut. Begitu mereka mencoba berkali-kali, ternyata benar.

“Untuk membuktikannya, mari coba datang ke tempat kami ini,” tantang Amaq Nasir pada Lombok Post.

Walau demikian, kata Amaq Nasir, air dan lumpur di Embung Bidadari itu hanya media untuk mendapatkan dan mencari kesembuhan. Kesembuhan yang sebenarnya dan sesungguhnya ada pada Allah SWT.

Bagi Amaq Nasir, manusia sebatas berikhtiar saja. Kisah Embung Bidadari itu juga sama dengan kisah mata air yang mendadak muncul di salah satu lahan pertanian warga di Desa Selebung Rembiga, di Kecamatan Janapria juga.

Itu terjadi tahun 2014 lalu. Air dan lumpur kala itu, dipercaya menyembuhkan segala macam penyakit. Hanya saja, tidak berlangsung lama. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#desa saba #Loteng #embung bidadari #viral