"Buaya itu selalu ada dan muncul ketika musim hujan dan air sungai meluap hingga ke jalan di sana," kata Kepala Pelaksana BPBD Loteng Ridwan Ma'ruf di ruang kerjanya, Selasa (9/5).
Berapa banyak ekor buaya di sekitar lokasi, BPBD Loteng tak tahu pasti. Sebab ketika musim kemarau tiba, buaya bersembunyi di sekitar pohon-pohon rawa. Ditambah lokasi muara yang terhubung langsung ke laut lepas.
"Tidak tahu pasti berapa banyak, apakah beranak pinak tidak buaya ini, yang jelas kami tetap minta warga selalu waspada," imbaunya.
Diyakini, warga dengan sendirinya sudah paham untuk selalu waspada terutama saat musim penghujan tiba. Sementara BPBD Loteng diakui tak dapat berbuat banyak lantaran keterbatasan peralatan, sehingga melibatkan BKSDA Bali.
Sebelumnya, warga sekitar sungai Tarung Arung, Desa Bangkat Parak, Kecamatan Pujut, Loteng kini bisa bernafas lega. Buaya muara sepanjang empat meter berhasil ditangkap yang sebelumnya kerap meresahkan warga setempat.
Babinsa Desa Bangket Parak Sertu Ahmad Arifin yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya turun kelokasi dan turut melakukkan penangkapan bersama BKSDA NTB bekerja sama dengan BKSDA Bali serta masyarakat.
"Penangkapan buaya ini kami lakukan bersama warga setempat sekitar Sabtu malam pukul 19.00 Wita dan akhirnya berhasil diamankan Minggu pagi," pungkasnya. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita