LombokPost-PT Angkasa Pura I Bandara Lombok mencatat arus balik penumpang pesawat pada libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah mencapai 8.000 lebih. Angka ini diprediksi bisa melebihi angka arus mudik yang mencapai 9.900 penumpang.
”Ini data hari Minggu (14/5) lalu sudah mencapai tujuh hingga delapan ribu lebih, jumlah bisa lebih banyak dari mudik 9.900 penumpang. Karena momen Lebaran Topat, mereka tambah libur lebarannya,” ucap GM PT Angkasa Pura I Bandara Lombok Minggus Gandeguai, Senin (15/4).
Melihat momen ini, pihaknya bersama maskapai terus mencatat kedatangan arus balik penumpang pesawat. Mengingat Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran hanya 16 hari sejak Rabu (3/4) lalu. Sehingga otoritas bandara berkoordinasi dengan maskapai terkait berapa banyak tiket pesawat yang terjual, terbooking hingga check-in online. Guna mengantisipasi arus balik penumpang pesawat.
”Setiap konter maskapai kami minta dibuka semua, agar tidak terjadi penumpukan penumpang. Contoh, Lion Group ada tujuh kita minta semuanya dibuka,” ucapnya.
Selain itu, otoritas bandara tetap mengerahkan personel gabungan untuk mengantisipasi arus balik. ”Masih kita libatkan karena membantu untuk mengarahkan penumpang pesawat,” terang Minggus.
Minggus menuturkan, total jumlah penumpang pesawat arus mudik dan balik libur Lebaran pada tahun ini mengalami peningkatan hingga 11 persen, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Begitupun dengan pergerakan pesawat dan kargo masing-masing meningkat hingga 19 persen. ”Semua mengalami peningkatan signifikan,” ujar mantan GM Bandara Sam Ratulangi Manado ini.
Adapun data akumulasi sejak 3 hingga 14 April lalu, total penumpang pesawat tahun ini mencapai 76.282 penumpang. Jumlah ini lebih banyak dari tahun 2023 sebesar 68.623 penumpang, namun masih lebih kecil pada tahun 2019 sebesar 88.051 penumpang.
Sedangkan pergerakan pesawat tahun ini mencapai 780 pesawat. Jumlahnya lebih banyak dari tahun 2023 yang mencapai 657 pesawat, namun masih di bawah tahun 2019 sebanyak 801 pesawat. Sementara kargo, tahun ini mencapai 380.124 kilogram lebih besar dari tahun 2023 dan tahun 2019.
”Patokan data ini kita pakai di tahun 2019, angkanya mulai mendekati sebelum pandemi Covid 19. Artinya, kita sudah mulai cukup bagus mengejar, dari performa bandara sudah capai 75 persen dari target 80 persen,” tukas Minggus. (ewi/r11)
Editor : Akbar Sirinawa