LombokPost-Anggota DPRD Lombok Tengah Ahmad Supli menyerahkan dua unit kendaraan roda tiga dan tempat sampah besar kepada warga Kelurahan Leneng, Praya.
Bantuan dari dana pokok pikiran senilai Rp 100 juta itu diharapkan memperlancar pengangkutan sampah sekaligus memicu kesadaran warga menjaga kebersihan.
“Saya melihat sepeda motor pengangkut sampah yang dimiliki sudah termakan usia dan sudah waktunya diperbaharui,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini di sela kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Leneng, Praya, Loteng, Senin (11/8).
Supli mengakui jumlah tersebut belum mencukupi.
Namun, pada anggaran tahun depan pihaknya akan kembali mengadakan kendaraan pengangkut sampah di sejumlah titik Kota Praya.
“Sesuaikan dengan permintaan warga saat reses dewan, seperti di Tiwugalih, Jago dan lainnya,” ucap anggota Komisi I DPRD Loteng ini.
Ia menegaskan, pemberian kendaraan pengangkut sampah bukan menjadi akhir dalam mengatasi persoalan sampah di masyarakat.
Melalui sosialisasi pengelolaan sampah, pihaknya mendorong peningkatan kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah yang bisa didaur ulang.
Supli, sapaannya, berharap peserta sosialisasi dapat menjadi pasukan pengelolaan sampah dan tersebar di enam titik.
“Secara asasi manusia, sebenarnya mencintai kebersihan. Namun karena banyak faktor terjadilah persoalan persampahan yang tiada habisnya,” terang Supli.
Anggaran pokir dewan yang digelontorkan Supli tidak hanya untuk penanganan sampah.
Politisi senior ini juga getol memperhatikan kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Praya.
“Kenyataannya masih banyak rumah-rumah reyot dan tidak layak,” cetusnya.
Supli merinci, pada APBD Murni 2025 terdapat empat unit RTLH bangun baru dengan anggaran Rp 35 juta per unit.
Selain itu, sembilan unit mendapat peningkatan kualitas dengan nilai Rp 20 juta per unit.
Sedangkan pada APBD Perubahan 2025, akan diperbaiki empat unit RTLH bangun baru dengan anggaran Rp 35 juta per unit.
Serta, enam unit dengan nilai Rp 20 juta per unit untuk peningkatan kualitas RTLH.
“Dari APBD Murni ini akan rampung sebentar lagi, ini tuntas dilanjutkan dengan 10 unit dari APBD Perubahan 2025,” kata dia.
Supli menyebut sebagian besar lokasi peningkatan kualitas RTLH berada di Kelurahan Perapen.
Kondisinya sangat parah, bahkan ada rumah warga lansia yang hanya mengandalkan kusen pintu untuk menopang tembok rumah.
“Kami sudah meminta pemilik rumah untuk bekerja sama dalam menyiapkan ongkos tukangnya, Alhamdulillah sepuluh rumah ini sudah menyanggupi menyiapkan tukangnya,” kata dia.
Editor : Kimda Farida