LombokPost-Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bazaar Mandalika, Kuta Beach Park, Lombok Tengah berharap pengelola kawasan dan pemerintah daerah menghadirkan event rutin setiap bulan.
Agenda tersebut dinilai menjadi kunci menjaga geliat ekonomi UMKM, terutama saat tingkat kunjungan wisatawan menurun.
Salah satu pelaku UMKM Made Marjaya mengungkapkan, sepinya aktivitas di area bazaar kerap terjadi saat minim agenda acara.
Kondisi tersebut diperparah akses parkir kendaraan yang dinilai jauh dari lokasi lapak pedagang.
“Kalau tidak ada event, kami hanya bengong. Parkiran jauh, pengunjung juga malas datang. Tapi kalau ada event besar seperti MotoGP, baru terasa ramai,” ujarnya, Senin (5/1).
Marjaya berharap InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan Mandalika membuka akses parkir yang lebih dekat ke area bazaar.
Selain itu, ia meminta pemda kabupaten maupun provinsi lebih serius meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaku UMKM di kawasan tersebut.
Menurutnya, dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya berupa bantuan permodalan. Hal yang lebih penting adalah mendatangkan wisatawan secara konsisten melalui berbagai kegiatan, terutama pada musim sepi kunjungan.
“Mungkin tiap bulan ada event rutin. Pernah dijanjikan ITDC, tapi hanya satu dua kali, setelah itu hilang,” keluhnya.
Ia juga menyoroti rombongan bus pariwisata yang datang ke Mandalika namun membawa paket makanan sendiri. Hal ini merugikan UMKM lokal karena wisatawan tidak berbelanja di bazaar.
“Wisatawan datang tapi makanannya sudah disiapkan sendiri. Seharusnya ada perhatian dari pemandu wisata supaya kami pelaku UMKM di Bazaar Mandalika juga bisa merasakan dampaknya,” sindir pemilik Lotus Mandalika itu.
Pelaku UMKM berharap adanya sinergi kuat antara ITDC, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata agar Bazaar Mandalika benar-benar menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Editor : Kimda Farida