LombokPost-Pemkab Lombok Tengah terus menunjukkan komitmen menciptakan iklim investasi kondusif dan berdaya saing. Langkah strategis yang dilakukan adalah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Berinvestasi di Daerah.
“Ranperda ini disiapkan sebagai landasan hukum untuk memberikan kepastian, kenyamanan, serta kemudahan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Lombok Tengah,” ucap Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah kepada wartawan, Kamis (8/1).
Penyusunan Ranperda tersebut bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui regulasi ini, Pemkab Lombok Tengah akan memberikan berbagai bentuk insentif, baik fiskal maupun nonfiskal.
“Seperti keringanan pajak dan retribusi daerah, kemudahan perizinan, penyediaan informasi investasi, hingga dukungan infrastruktur penunjang kegiatan usaha,” jelasnya.
Ranperda Insentif dan Kemudahan Berinvestasi ini disusun dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.
Regulasi tersebut diselaraskan dengan potensi unggulan daerah seperti sektor pariwisata, pertanian, perikanan, industri kreatif, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sehingga investasi yang masuk diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal,” terang politisi Golkar ini.
Melalui penyusunan Ranperda ini, Pemkab Lombok Tengah berharap dapat meningkatkan daya tarik daerah sebagai tujuan investasi yang aman, transparan, dan kompetitif.
Regulasi ini diharapkan menjadi instrumen penting dalam mempercepat pembangunan daerah, memperkuat struktur ekonomi lokal, serta mewujudkan Loteng sebagai daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
“Pemkab Loteng menargetkan angka investasi tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, baik dari sisi investasi dalam negeri maupaun asing, tersebar di bagian selatan maupun utara Lombok Tengah,” papar mantan Sekda Loteng ini.
Guna menggenjot angka investasi ini, kata Wabup Nursiah, promosi penting dilakukan melalui jaringan dan secara berjenjang di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi.
Nursiah membeberkan, tahun ini masuk investor asal Jepang dengan nilai investasi Rp 2,1 triliun lebih untuk membangun hotel, restoran, dan vila.
“Ini sedang berproses perizinannya,” tutup Wabup Nursiah.
Editor : Akbar Sirinawa