Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Lombok Tengah Genjot Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Lestari Dewi • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:08 WIB
Inilah kondisi kamar rawat inap kelas 3 yang diisi empat orang pasien dengan fasilitas pendukung yang nyaman di RSUD Praya, Loteng, Selasa (20/1).
Inilah kondisi kamar rawat inap kelas 3 yang diisi empat orang pasien dengan fasilitas pendukung yang nyaman di RSUD Praya, Loteng, Selasa (20/1).

 

LombokPost-Pemkab Lombok Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Upaya ini mencakup peningkatan status RSUD Praya dari tipe C menjadi tipe B, rencana pengalihan Puskesmas Kopang menjadi rumah sakit tipe D, hingga rehabilitasi sejumlah puskesmas di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

“Kewajiban Pemkab Lombok Tengah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, di RSUD Praya hingga puskesmas-puskesmas,” ucap Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah kepada wartawan, Selasa (20/1).

Dampak kebijakan ini, kata Wabup, rumah sakit harus menambah tenaga kesehatan mulai dari dokter spesialis, perawat, hingga bidan, secara kualitas maupun kuantitas. Hal ini juga dibarengi perbaikan gedung serta sarana prasarana alat kesehatan.

“Alat kesehatan ini sangat melekat dengan profesi dokter spesialis, sehingga terlihat ada perkembangan dengan naiknya tipe rumah sakit menjadi tipe B,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Lombok Tengah ini.

Direktur RSUD Praya dr Mamang Bagiansah menjelaskan, pihaknya mulai menerapkan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai kriteria Kementerian Kesehatan RI. Program ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan.

Penyesuaian jumlah tempat tidur tersebut merupakan bagian dari program kementerian untuk menggantikan sistem kelas 1, 2, dan 3. Dalam format KRIS, satu ruangan maksimal diisi empat tempat tidur.

“Yang sebelumnya di kelas 3 diisi dari 6 hingga 8 orang pasien, sekarang satu ruangan diisi 4 orang,” katanya.

Fasilitas pendukung KRIS lainnya meliputi kamar mandi di dalam ruangan, ventilasi, pencahayaan, hingga penggunaan pendingin ruangan (AC). Fasilitas ini diharapkan membuat pasien lebih nyaman.

Mamang menambahkan, dengan penyesuaian ruang inap ini, rasio jumlah tempat tidur mencapai 200 unit dan kapasitas IGD mencapai 25 tempat tidur. Selain meningkatkan kualitas SDM, pihak rumah sakit juga menambah fasilitas dasar lainnya.

“Rumah sakit juga menambah fasilitas lain dengan membangun sumur bor serta menambah daya listrik,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah dr Suardi memaparkan, tahun ini pihaknya memprioritaskan rehabilitasi berat terhadap dua fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Langko dan Puskesmas Aik Darek.

Kedua puskesmas tersebut dinilai sudah tidak layak sehingga membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana menyeluruh.

“Secara fisik dan fungsi, dua puskesmas ini sudah membutuhkan penanganan serius agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Rencana rehabilitasi berat tersebut didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Dikes juga mengusulkan rehabilitasi ringan untuk beberapa puskesmas lain.

“Dikes juga mengusulkan rehabilitasi ringan untuk sejumlah puskesmas lainnya, antara lain Puskesmas Praya, Puskesmas Ganti, dan Puskesmas Sengkol,” bebernya.

Selain penguatan layanan puskesmas, Pemkab Loteng tengah mematangkan rencana perubahan status Puskesmas Kopang menjadi rumah sakit tipe D.

“Dari sisi kesiapan lahan yang telah memenuhi persyaratan awal. Tim sudah terbentuk dan berproses,” tutup dia. 

Editor : Jelo Sangaji
#Pemkab Lombok Tengah #Kualitas Pelayanan Kesehatan #Tingkatkan #Puskesmas #RSUD Praya Lombok Tengah #revitalisasi