LombokPost-Warga Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, mengeluhkan turunnya tegangan listrik sejak awal bulan Ramadan.
Bahkan sejumlah warga menyampaikan keluhannya melalui media sosial (medsos). Seperti yang disampaikan pemilik akun Titin Arianti.
Dia mengatakan tegangan listrik di rumahnya turun drastis hingga hanya mencapai 144 volt dari normal 220 volt.
Akibatnya, sejumlah peralatan elektronik warga mengalami kerusakan.
“Dari mulai masuk bulan Ramadan, tiap sore sampai malam listrik drop. Paling tinggi cuma 144 volt. Barang elektronik terutama kulkas banyak yang rusak,” curhatnya di medsos.
Menurut Titin, dirinya sudah beberapa kali melaporkan persoalan tersebut melalui layanan PLN 123 maupun aplikasi PLN Mobile.
Namun hingga kini belum ada tindak lanjut ataupun peninjauan langsung ke lokasi.
“Sudah lapor ke PLN 123 dan PLN Mobile, sudah tiga kali download aplikasi dan buat laporan, tapi tidak ada respon. Sudah ada tiga kulkas tetangga yang rusak. Kami minta tolong supaya ditindaklanjuti sebelum makin banyak kerugian,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan pemilik akun Izha Ahmad. Ia mengaku sempat mengira pendingin ruangan (AC) di rumahnya mengalami kerusakan.
Namun setelah dicek, ternyata penyebabnya karena arus listrik yang tidak stabil.
“Pantesan AC berhenti muter dan tidak bisa dingin. Awalnya dikira AC rusak, ternyata listrik tidak stabil. Kenapa tiap bulan puasa selalu seperti ini? Tahun lalu juga begitu,” katanya.
Nirwati, seorang warga Desa Perina ketika dihubungi membenarkan tegangan listrik di wilayahnya turun drastis.
Dia juga mengaku sempat memanggil teknisi untuk memeriksa AC miliknya. Setelah diperiksa, teknisi menyatakan arus listrik di rumahnya mengalami penurunan tegangan.
“Sudah panggil tukang servis AC. Setelah dicek, ternyata arus setrum drop,” ujarnya.
Dia berharap pihak PLN segera turun langsung ke Desa Perina untuk melakukan pengecekan jaringan dan gardu listrik.
Nirwati khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, kerusakan peralatan elektronik akan semakin banyak dan kerugian warga bertambah besar.
Editor : Akbar Sirinawa