Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemensos Prioritaskan NTB Tangani Katarak, Gus Ipul Tinjau Operasi Katarak di Pujut

Lestari Dewi • Sabtu, 18 April 2026 | 10:12 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (dua kiri) didampingi Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengunjungi ratusan pasien yang hendak mengikuti operasi mata katarak di RS Mandalika NTB, Desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, Jumat (17/4). (Dewi/Lombok Post)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (dua kiri) didampingi Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengunjungi ratusan pasien yang hendak mengikuti operasi mata katarak di RS Mandalika NTB, Desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, Jumat (17/4). (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Upaya membebaskan masyarakat dari kebutaan akibat katarak terus dilakukan. Jumat (17/4), Kementerian Sosial (Kemensos) RI menggelar bakti sosial operasi katarak di Rumah Sakit (RS) Mandalika NTB, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf turun langsung meninjau pelaksanaan operasi tersebut. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menegaskan, NTB masuk dalam prioritas nasional penanganan katarak. Dari target 6.000 pasien secara nasional, NTB mendapat kuota 500 penerima manfaat.

“Untuk Lombok Tengah sendiri, kuotanya ada 100 orang. Kami berharap ke depan lebih banyak lagi pasien yang bisa ditangani dengan menggandeng berbagai pihak filantropi,” ujar Gus Ipul di sela kunjungannya.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul Ungkap Jutaan Peserta PBI JKN Bergeser Status

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengapresiasi langkah Kemensos yang menjadikan wilayahnya sebagai lokasi kegiatan. Ia menilai kesehatan mata berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Lombok Tengah, kami menghaturkan terima kasih yang mendalam kepada Gus Ipul dan jajaran Kemensos. Operasi ini bukan sekadar bantuan medis, tapi memberikan harapan baru bagi warga kami untuk kembali melihat dunia dengan jelas dan kembali beraktivitas secara mandiri,” ungkap Pathul.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus berlanjut. “Kami siap bersinergi, terutama dalam penyediaan data warga yang benar-benar membutuhkan, agar program seperti ini tepat sasaran,” kata bupati.

Baca Juga: Nakes Lombok Tengah Protes Honor Rp 200 Ribu

Terkait pascaoperasi, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus. Bupati telah menginstruksikan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk memantau kondisi pasien setelah operasi.

“Kami sudah minta by name, by address, by phone supaya tetap dimonitor setelah operasi,” pungkasnya.

Direktur RS Mandalika NTB Oxy Cahyowahyuni mengatakan, katarak dapat dialami semua kalangan, termasuk anak-anak. Faktor penyebabnya antara lain lingkungan dengan paparan panas, faktor genetik, serta kebiasaan melihat layar telepon genggam dalam waktu lama.

“Sisi lain juga ada faktor genetik, lingkungan yang kerap melihat layar handphone terlalu lama,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Bidang P3KL Dinas Kesehatan Lombok Tengah Putrawangsa menyampaikan, hasil skrining di 29 puskesmas mencatat 700 orang mengalami katarak. Jumlah tersebut didominasi usia dewasa, lanjut usia, dan anak-anak.

Baca Juga: Bukan Sekadar Balap Mobil, Ajang GTWCA di Mandalika Jadi Magnet Investasi Para Sultan

“Setiap tahun hasil screening ini selalu meningkat trennya, sehingga diharapkan operasi katarak bisa rutin dilakukan,” singkatnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Kemensos #prioritas #gus ipul #katarak #Bupati Lombok Tengah