LombokPost-Hukum sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kaku, rumit, dan berjarak dengan masyarakat biasa. Namun, di tahun 2026 ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah hadir membawa wajah penegakan hukum yang lebih humanis, hangat, dan sangat terbuka.
Tercatat, ada sekitar 150 kasus kejahatan (peristiwa pidana) yang saat ini tengah ditangani oleh para jaksa di Lombok Tengah. Hebatnya, perkembangan ratusan kasus ini sengaja dibuka lebar-lebar agar bisa dipantau langsung oleh masyarakat dari layar handphone (HP) masing-masing.
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Lombok Tengah Alfa Dera, menyampaikan bahwa transparansi ini adalah bentuk cinta dan tanggung jawab institusi kepada masyarakat.
Baca Juga: Jaksa Periksa Sekda Loteng Firman Terkait Dua Kasus Korupsi
"Pesan dari Ibu Kajari Putri Ayu Wulandari sangat jelas, kejaksaan harus menjadi sahabat masyarakat. Kami ingin warga merasa aman dan percaya bahwa setiap proses hukum berjalan dengan adil. Tidak ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan. Keadilan itu hak semua orang, dan masyarakat berhak tahu sejauh mana jaksa bekerja untuk mereka," ungkap Alfa Dera.
Untuk memantau kasus-kasus tersebut, warga tidak perlu repot datang ke kantor Kejaksaan. Inovasi digital telah memangkas birokrasi yang berbelit.
"Caranya gampang sekali. Masyarakat tinggal klik situs CMS Publik Kejaksaan di peramban (browser) HP. Di sana, warga bisa langsung memantau kasus apa saja yang masuk, apakah berkasnya sudah lengkap, atau sudah siap disidangkan. Semua transparan, sehingga tidak ada lagi ruang untuk calo perkara atau mafia hukum yang sering merugikan masyarakat kecil," tambah Alfa Dera.
Baca Juga: Jaksa Kejar Sisa Pemulihan Kerugian Keuangan Negara, Pulihkan Rp 1,4 Miliar dari 3 Perkara Korupsi
Sementara itu, dari sisi teknis penanganan perkara, ke-150 kasus kriminal yang masuk dari pihak kepolisian ini dikawal langsung oleh Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) sebagai leading sector.
Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Lombok Tengah, Fajar Said, bersama tim jaksa saat ini tengah bekerja keras memastikan setiap perkara ditangani secara profesional dan mengedepankan hati nurani.
Berdasarkan data yang masuk, kasus peredaran narkoba masih menjadi ancaman yang paling mendominasi.
Hal ini tentu menjadi keprihatinan bersama, sekaligus ajakan bagi masyarakat untuk merangkul keluarga dan menjaga lingkungan dari bahaya obat terlarang.
Selain narkoba, jajaran Pidum yang dipimpin Fajar Said juga tengah membereskan kasus kecelakaan lalu lintas, pencurian, hingga perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perlindungan anak.
Baca Juga: GT World Challenge Asia Buka Peluang Investasi Baru
Langkah responsif Kejaksaan Negeri Lombok Tengah yang langsung menerapkan KUHP Nasional baru serta membuka akses informasi seluas-luasnya ini, merupakan wujud nyata pelaksanaan perintah Jaksa Agung RI agar penegakan hukum senantiasa tegas, humanis, dan menggunakan hati nurani.
Lebih dari itu, komitmen ini sejalan dengan penjabaran visi Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat reformasi hukum yang transparan, mencegah korupsi birokrasi, serta memberantas tuntas kejahatan narkoba.
Baca Juga: Donasi LCR Tembus Rp 1,1 Miliar, Fokus Poles Kualitas 6.000 Guru di Lombok Tengah
Lewat kepastian hukum yang tegak dan dekat dengan rakyat ini, kawasan Lombok Tengah—termasuk destinasi super prioritas Mandalika—diharapkan makin aman, maju, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas.
Editor : Kimda Farida