LombokPost-Derasnya gempuran tren digital dan penetrasi budaya asing yang kian tak terbendung menjadi perhatian serius jajaran TNI di Lombok Tengah.
Tak ingin generasi muda kehilangan jati diri, Komandan Rayon Militer (Danramil) 1620-05/Janapria, Kapten Inf Wage Rudolf Supratman, turun gunung memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada ratusan pelajar SMAN 1 Janapria, Sabtu (9/5).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni atau ceramah membosankan. Kapten Inf Wage membawa pendekatan yang lebih "membumi" dan relevan dengan gaya hidup Generasi Z yang kritis. Baginya, memperkuat karakter pemuda adalah investasi jangka panjang negara.
Baca Juga: Jaksa Jebloskan Mantan Bupati Lombok Tengah Dua Periode ke Penjara Terkait Kasus Penipuan
"Generasi muda ini ibarat fondasi rumah. Kalau fondasinya tidak kita perkuat dengan rasa cinta tanah air dari sekarang, mereka akan mudah goyah oleh derasnya arus informasi dari luar," ujar Kapten Inf Wage di hadapan para siswa.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Danramil menekankan bahwa mencintai bangsa tidak harus selalu identik dengan angkat senjata atau latihan fisik yang berat. Di era disrupsi ini, bela negara memiliki manifestasi yang jauh lebih dekat dengan keseharian remaja.
Kapten Inf Wage merinci empat poin utama yang bisa dilakukan pelajar sebagai bentuk patriotisme modern.
Baca Juga: Kasasi Inkrah, Kejari Eksekusi Mantan Bupati Lombok Tengah
Pertama, Integritas Akademik dengan rajin belajar sebagai modal membangun bangsa. Kedua, Kesehatan Mental & Fisik dengan menjauhi jeratan narkoba yang merusak masa depan.
Ketiga, Harmoni Sosial dengan menolak segala bentuk aksi tawuran dan kekerasan. Keempat, Etika Digital dengan bijak dan cerdas dalam menyaring informasi di media sosial.
"Pembekalan Wasbang ini adalah bekal mereka untuk menghadapi tantangan masa depan tanpa melupakan akar budayanya," tegasnya.
Pantauan di lokasi, suasana tampak hidup. Tidak ada kesan kaku antara aparat dan pelajar. Sesi tanya jawab justru menjadi momentum bagi para siswa untuk mengutarakan pandangan mereka mengenai isu-isu kebangsaan terkini.
Pihak sekolah pun memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Koramil Janapria. Kolaborasi ini dinilai sangat krusial sebagai "benteng pertahanan moral" di tengah lingkungan sosial yang kian kompleks.
Melalui agenda ini, diharapkan semangat Merah Putih tidak hanya sekadar berkibar di tiang bendera sekolah, namun benar-benar terpatri dalam sanubari setiap siswa SMAN 1 Janapria.
Editor : Redaksi Lombok Post