Literasi dan Numerasi Loteng Masih Rendah, Wabup Nursiah Dorong Sekolah Tingkatkan Minat Baca

Lestari Dewi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 08:46 WIB
Wabup Loteng M Nursiah (depan tiga kanan) berfoto bersama ratusan pengawas sekolah se-Loteng dalam kegiatan Seminar Pembangunan Manusia, Kamis (23/7).
Wabup Loteng M Nursiah (depan tiga kanan) berfoto bersama ratusan pengawas sekolah se-Loteng dalam kegiatan Seminar Pembangunan Manusia, Kamis (23/7).

 

LombokPost - Capaian literasi dan numerasi di Lombok Tengah (Loteng) masih memprihatinkan. Berdasarkan data 2025, angka literasi dan numerasi pada jenjang PAUD baru mencapai 37,09 persen.

Pada jenjang sekolah dasar (SD), tingkat literasi mencapai 54,09 persen dan numerasi 46,17 persen. Capaian pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) juga masih di bawah 50 persen.

Melihat capaian yang masih jauh dari target ideal 100 persen, Wakil Bupati Loteng M Nursiah menegaskan, percepatan tidak bisa hanya mengandalkan sosialisasi atau seminar. Perlu tindakan nyata di lapangan yang melibatkan pengawas dan kepala sekolah.

Baca Juga: Pathul Serukan Perlindungan Anak hingga Ruang Digital

“Literasi dan numerasi jika tidak dibarengi dengan pendidikan karakter, maka hubungannya akan berbeda. Karena itu, hubungan antara sekolah, guru, kepala sekolah, hingga murid harus dirumuskan secara jelas, mulai dari pola komunikasi, pemanfaatan sarana, hingga evaluasinya,” ujar Nursiah usai membuka Seminar Pembangunan Manusia di kantor bupati, Kamis (23/7).

Nursiah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Loteng segera menindaklanjuti hasil seminar melalui diskusi mendalam bersama para pengawas. Pengawas diminta melahirkan langkah inovatif dan mempraktikkannya kepada guru untuk diteruskan kepada siswa.

Ia menegaskan, Pemkab Loteng akan mengukur peningkatan literasi dan numerasi secara berkala. Indikator keberhasilannya mencakup pembenahan sarana dan prasarana, modernisasi perpustakaan, penyediaan perangkat digital, serta keaktifan kepala sekolah merancang program pembelajaran harian.

Baca Juga: InJourney Airports Dukung Konservasi Bahari hingga Ekonomi Warga

Wabup meminta kepala sekolah berinovasi untuk mendorong minat baca anak. Sekolah harus memperbarui koleksi buku serta menghidupkan taman dan pojok baca.

“Selain itu, bangun komunikasi dengan wali murid dan buka peluang kerja sama CSR dengan BUMN maupun BUMD untuk mendukung fasilitas sekolah,” tegas Nursiah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Loteng Lalu Idham Khalid menyambut positif arahan itu. Ia menyatakan siap bergerak cepat merespons instruksi pimpinan.

Ia optimistis penguatan peran pengawas dan pembenahan sarana pendukung literasi di setiap sekolah dapat mendorong tercapainya target peningkatan mutu pendidikan secara signifikan di Gumi Tastura.

Baca Juga: Komisi II DPRD Loteng Kritik Target PAD 2027

“Catatan capaian ini menjadi evaluasi sekaligus pelecut semangat kami di dinas. Bersama lintas pengawas, kepala sekolah, dan guru, kami siap berkolaborasi menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih adaptif serta menyenangkan bagi siswa,” singkatnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
m nursiah Lombok Tengah dinas pendidikan dan kebudayaan literasi dan numerasi