Tekan Angka Stunting, Wabup Sumbawa Sisir Daerah Terpencil
Redaksi Lombok Post• Minggu, 10 September 2023 | 19:05 WIB
TEKAN STUNTING: Wabup Sumbawa Dewi Noviany roadshow penurunan angka stunting di Kecamatan Orong Telu, Sumbawa. LombokPost-Pemda Sumbawa terus berupaya menekan angka stunting. Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa Dewi Noviany menyisir desa terpencil demi percepatan penurunan stunting.
Orang nomor dua di Sumbawa ini mengunjungi Desa Lokus. Setelah itu, dia menyasar Desa Mungkin, Kecamatan Orong Telu.
"Jadi sebagai tindak lanjut hasil rapat sebelumnya, maka saya beserta rombongan langsung menuju Desa Mungkin untuk melaksanakan aksi nyata percepatan penurunan stunting," ujar Dewi, kemarin.
Dalam road show ini, Wabup membagikan kebutuhan nutrisi dan protein serta sembako kepada masyarakat setempat. Khususnya anak-anak dan ibu-ibu guna pencegahan stunting di wilayah tersebut. "Kami memberikan bantuan protein hewani, sembako untuk anak anak dan ibu hamil," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Junaidi mengatakan, program penuntasan stunting ini bukan hanya murni persoalan kesehatan. Namun ada masalah lain juga yang menjadi fokus pemda melalui pendekatan sensitif dan pendekatan spesifik.
"Untuk pendekatan spesifik, lebih kepada persoalan kesehatan. Sementara pendekatan sensitif berkaitan dengan faktor pendukungnya. Seperti persoalan air bersih, infrastruktur, dan jaminan kesehatan," katanya.
Pemda sudah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) yang diketuai wabup. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) tahun 2022, angka stunting di Kabupaten Sumbawa sebesar 8,11 persen. Jumlah ini sudah jauh di bawah target penurunan stunting nasional, yakni 14 persen.
"Namun, angka ini kembali diturunkan. Berdasarkan data EPPGBM, hingga Juli 2023, data stunting di Kabupaten Sumbawa berhasil diturunkan menjadi 7,34 persen," kata dia.
Menurut Junaidi, guna menyukseskan penurunan stunting, kolaborasi lintas sektoral diperkuat. Dalam hal ini, ada 13 OPD yang turun tangan mengatasi persoalan stunting. "Masing-masing OPD bergerak sesuai bidangnya," sebutnya.
Dicontohkan, Dinas Kesehatan bergerak pada bidang penguatan gizi masyarakat. Kemudian, Dinas PUPR bergerak memperbaiki infrastruktur penunjang yang ada. Selain itu juga pihaknya bersama OPD terkait membentuk delapan langkah konvergensi.
Untuk menuntaskan stunting, sambung dia, pihaknya melakukan penyelesaian persoalan mulai dari hulu. Salah satu caranya dengan meningkatkan kualitas gizi remaja putri dengan pemberian tablet penambah darah guna mencegah anemia.
"Karena suatu saat remaja putri ini akan menjadi seorang ibu. Ini untuk menghindari agar ibu hamil tidak mengalami kekurangan energi kronis (KEK) dan mengalami anemia. Karena ini berpotensi melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Hal ini berpotensi menyebabkan stunting," imbuhnya.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menghindari merokok di kawasan tertentu. Sebab, asap rokok juga menjadi salah satu penentu terjadinya stunting.
"Karenanya, kolaborasi dengan OPD terkait terus digalakkan. Inu guna menekan faktor penyebab terjadinya stunting," tandasnya. (bia/r8)