LombokPost—PT Amman Mineral Nusa Tenggara (Amman) terus melakukan eksplorasi untuk mengembangkan cadangan mineral tembaga dan emas di Indonesia, termasuk di Pulau Sumbawa. Salah satu eksplorasi besar adalah blok Elang, yang tercatat sebagai salah satu deposit tembaga dan emas porfiri terbesar di dunia yang belum dikembangkan.
Baca Juga: 300 Hektare Lahan Sawah Gagal Panen, Bupati Bima dan Gubernur NTB Didesak Perbaikan Jaringan Irigasi
Berlokasi sekitar 60 kilo meter di timur tambang Batu Hijau, proyek blok Elang menjadi bagian dari strategi Amman dalam memperluas operasi dan meningkatkan kontribusi terhadap industri pertambangan nasional.
Amman berhasil menemukan cadangan baru mineral emas dan tembaga yang memiliki peran krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan industri pertambangan. Eksplorasi dan penemuan cadangan baru tidak hanya memastikan ketahanan pasokan bagi industri hilir, tetapi juga mendorong investasi.
Vice President Corporate Communications PT Amman Mineral Internasional Tbk (Amman), Kartika Octaviana menyampaikan bahwa peningkatan signifikan dalam cadangan bijih Elang memberikan peluang besar bagi berbagai pihak. “Peningkatan cadangan berpotensi mendorong produksi dan memperpanjang umur tambang secara signifikan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/4).
Hal ini tidak hanya berdampak positif bagi bisnis, namun juga memperkuat kontribusi terhadap industri pertambangan dan perekonomian daerah serta nasional. Berdasarkan rencana saat ini, Amman terus melakukan penambangan fase 8 di tambang Batu Hijau hingga tahun 2030, dengan kemungkinan pemanfaatan stockpile hingga tahun 2033.
Kegiatan penambangan di tambang Elang, urai Kartika, direncanakan berlangsung setelah usia Tambang Batu Hijau selesai hingga tahun 2046. "Fasilitas pengolahan bijih, smelter tembaga, dan pemurnian logam mulia rencananya akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di Batu Hijau," jelasnya.
Kartika menegaskan, baru-baru ini Amman merilis laporan JORC (Joint Ore Reserves Committee) terbaru per 31 Desember 2024, yang menunjukkan lonjakan cadangan dan sumber daya mineral Elang. JORC adalah standar internasional yang memastikan laporan tentang sumber daya dan cadangan mineral dibuat dengan akurat dan dapat dipercaya. Berdasarkan laporan tersebut, cadangan bijih Elang mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan dengan laporan tahun 2023, cadangan bijih meningkat sebesar 79 persen, dari 1,4 miliar metrik ton menjadi 2,5 miliar metrikton. "Peningkatan ini juga mencakup kenaikan 71 persen dalam kandungan tembaga, dari 10,4 miliar pon menjadi 17,8 miliar pon, dan kenaikan 76 persen dalam kandungan emas, dari 15 juta ons menjadi 26,4 juta ons," sebutnya.
Sejak 2020, tim eksplorasi Amman menemukan deposit tembaga dan emas porfiri kedua di Elang, yang dikenal sebagai Elang Selatan. Deposit ini berdekatan dengan porfiri Elang utama, tetapi lebih dalam dan memiliki kadar yang sedikit lebih tinggi. "Pengeboran inti yang dilakukan sejak tahun 2020, ditambah dengan kenaikan harga logam dan studi rekayasa, menunjukkan bahwa tambang terbuka Elang yang didesain pada tahun 2019 untuk studi kelayakan tahun 2020 akan jauh lebih besar," ujarnya.
Baca Juga: Ditinggal Memasak, Kandang Ayam di Pagesangan Jadi Arang
Saat ini, studi kelayakan definitif untuk Elang sedang berlangsung dan diperkirakan akan selesai pada paruh pertama tahun 2025. Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengklasifikasikan deposit Elang sebagai deposit Porfiri Cu-Au Super Raksasa, yang ditemukan pada tahun 1991. "Klasifikasi ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh Cebakan Elang sebagai salah satu sumber daya tembaga dan emas terbesar yang belum dikembangkan di dunia," tandasnya. (far/r5)
Editor : Jelo Sangaji