Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sumbawa Diguyur Proyek Budi Daya Unggas Rp 1,3 Triliun

Lombok Post Online • Senin, 5 Januari 2026 | 13:32 WIB

 

TINJAU LOKASI: Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot meninjau lokasi proyek budi daya unggas integral di sekitar BPHMT Serading, Sabtu (3/1).
TINJAU LOKASI: Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot meninjau lokasi proyek budi daya unggas integral di sekitar BPHMT Serading, Sabtu (3/1).

LombokPost - Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan posisinya dalam peta pembangunan nasional.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot meninjau langsung lokasi rencana ground breaking Proyek Integrated Poultry Industry (Industri Unggas Terintegrasi) di lahan seluas 10 hektare kawasan Balai Pembibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPHMT) Serading, Sabtu (3/1).

Peninjauan ini sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek strategis nasional yang akan segera diluncurkan.

Baca Juga: PLTMG Sumbawa 2 Masuk Jaringan, Listrik Kian Andal

Proyek Integrated Poultry Industry merupakan program nasional yang dikembangkan di lima provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peluncuran dan ground breaking proyek ini direncanakan akan dilakukan secara serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam waktu dekat.

Khusus di NTB, proyek industri unggas terintegrasi akan dikembangkan sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp1,37 triliun.

Baca Juga: Deforestasi di Pulau Sumbawa Mengkhawatirkan, Bupati Sumbawa Bentuk Satgas Pengamanan Hutan

Dari jumlah tersebut, empat unit berlokasi di Kabupaten Sumbawa, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan industri unggas terintegrasi di provinsi tersebut.

Salah satu unit strategis berada di kawasan BPHMT Serading yang saat ini telah dinyatakan siap memasuki tahap ground breaking.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengatakan, kehadiran proyek ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap penguatan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah sektor peternakan, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Baca Juga: Anggota DPRD NTB Dapil Sumbawa-KSB Ini Setuju Adendum Proyek Lunyuk-Lenangguar, tapi Kritisi Perencanaan Proyek yang Tidak Matang

“Ini momentum penting bagi Kabupaten Sumbawa. Kita tidak hanya menjadi lokasi proyek, tetapi juga bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional di sektor pangan dan peternakan,” kata Jarot, kemarin.

Menurutnya, konsep industri unggas terintegrasi dari hulu ke hilir akan mendorong efisiensi produksi, menjaga stabilitas pasokan, serta meningkatkan daya saing industri unggas nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Pemkab Sumbawa, lanjut bupati, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek tersebut, mulai dari percepatan perizinan, kesiapan lahan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah.

"Dengan masuknya Kabupaten Sumbawa dalam proyek nasional Integrated Poultry Industry, diharapkan semakin mengukuhkan peran Sumbawa sebagai salah satu pusat pengembangan peternakan unggas terintegrasi di Indonesia Timur," harapnya. (jlo/r5)

Editor : Kimda Farida
#industri #nasional #Pembangunan #Proyek #Sumbawa