“Kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur jamaah NW atas dianugerahinya gelar pahlawan nasional bagi pendiri NW Maulanasyeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid,” kata Ketua Panitia peringatan hari pahlawan NW Muhamad Munir Fauzi.
Munir mengapresiasi antusias jamaah NW dan santri-santriwati yang sangat besar dalam mengikuti rangkaian kegiatan peringatan hari pahlawan tersebut. Selain Nusantara Bershalawat, beberapa kegiatan lain sebelumnya telah dilaksanakan. Mulai dari hiziban akbar, jalan sehat, dan beberapa kegiatan lainnya. Termasuk, upacara bendera peringatan hari pahlawan yang digelar di lokasi yang sama, kemarin (10/11).
Munir menjelaskan, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pendiri NWDI, NBDI, dan NW yang telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional, meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang bisa diteladani generasi penerus. "Alhamdulillah, semua rangkaian kegiatan peringatan hari pahlawan ini mendapat dukungan dari banyak pihak," terangnya.
Kepala Dinsos NTB H Ahsanul Khaliq yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan semangat kepada para santri untuk meneladani semangat perjuangan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid selaku ulama, sekaligus pahlawan nasional kebanggaan masyarakat NTB. “Semangat perjuangan pahlawan nasional Maulanasyeikh, harus kita warisi,” kata mantan Kepala BPBD NTB.
Hal serupa disampaikan Hj Lale Yaqutunnafis dalam sambutannya. Maulanasyeikh merupakan satu-satunya pahlawan nasional di NTB yang patut ditiru dan diteruskan perjuangannya. Maulansyeikh merupakan sosok yang diakui kemampuannya oleh banyak tokoh.
Melalui kesempatan tersebut ia berpesan, agar jamaah NW dan santri mewujudkan kecintaan pada Maulanasyeikh dengan meneladani perjuangannya. “Terutama dalam menuntut dan mengamalkan ilmunya,” pinta Lale. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita