Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemdes Dasan Lekong Lombok Timur Latih Masyarakat Olah Sampah

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 13 Oktober 2023 | 23:38 WIB

PELATIHAN: Sejumlah kader posyandu dan pemuda di Desa Dasan Lekong saat mengikuti pelatihan pengolahan sampah, di kantor desa.
PELATIHAN: Sejumlah kader posyandu dan pemuda di Desa Dasan Lekong saat mengikuti pelatihan pengolahan sampah, di kantor desa.
LombokPost--Pemdes Dasan Lekong, Lombok Timur (Lotim) melatih masyarakatnya serta kader posyandu, untuk bisa mengelola sampah dengan baik. Sehingga jumlah sampah yang dibuang ke TPA menjadi lebih sedikit.

”Sampah menjadi masalah jika tidak terkelola dengan baik. Sesungguhnya sampah ini adalah sesuatu yang berkah jika dikelola dengan baik,” ujar Kepala Desa Dasan Lekong L M Rajabul Akbar, Kamis (12/10).

Pelatihan pengolahan sampah ini diakui merupakan program lanjutan, karena Desa Dasan Lekong sendiri sudah memulai program penanganan sampah sejak tahun 2019 lalu, dengan membentuk bank sampah si Cantik Desa Dasan Lekong.

Di Lotim sebanyak 500 ton sampah dibuang ke TPA setiap hari. Sehingga jika tidak ada pengelolaan yang baik dari sumber sampah, berpotensi terjadi penumpukan di lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Setelah pelatihan tersebut, kata Rajabuk, masyarakat akan didampingi selama dua bulan. Untuk melakukan pengolahan dan menghidupkan kembali program-program penanganan sampah yang selama ini tidak berjalan efektif.

Ditargetkan, dengan adanya pelatihan pengolahan sampah yang sejak lama dilakukan itu, bisa menjadikan Desa Dasan Lekong sebagai percontohan bagi desa lain. ”Setelah sampah ini dikelola dengan baik maka yang akan terbuang ke TPA itu hanya residunya saja, karena sudah terkelola dari sumbernya,” jelasnya.

Masalah terbesar dalam pengolahan sampah diakui adalah bagaimana mengubah mindset masyarakat. Sehingga diperlukan pelatihan, sosialisasi dan pendampingan bagaimana cara pengelolaan sampah yang baik dan berpotensi mendatangkan rupiah.

”Jika masyarakat sudah mengetahui potensi sampah bisa menjadi sumber penghasilan maka mereka tidak akan membuang sampahnya. Justru masyarakat akan memilih sampahnya masing-masing. Jika sudah berhasil dilakukan maka itulah puncak dari keberhasilan pengolahan sampah itu sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pemateri yakni Fatimatuzzuhro menyampaikan, sampah selama ini dianggap menjadi sumber masalah, sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat. Bahkan akan menjadi pundi-pundi rupiah jika dikelola dengan baik. Seperti pembuatan pupuk Kompos, kerajinan dari sampah plastik dan beberapa pengolahan yang lain yang bernilai ekonomis tinggi.

”Tetapi jika sampah tidak terkelola dengan baik, salah satu dampak yang dirasakan adalah terjadinya pemanasan global yang diakibatkan oleh gas metana yang berlebihan,” jelasnya saat memberikan materi.

Salah satu produk yang bisa dihasilkan dan bernilai ekonomi tinggi dari pengolahan sampah adalah ekoenzim. Terbuat dari hasil fermentasi limbah dapur, yang mempunyai banyak manfaat  untuk alam dan manusia.

“Dengan membuat ekoenzim ini maka masyarakat tidak lagi membuang sampahnya ke TPA, namun sebagian besarnya akan diolah. Sebenarnya banyak hal yang bisa dibuat dengan sampah ini jika ada kemauan dan kemampuan,” pungkasnya, (cr-par/r11)

Editor : Redaksi Lombok Post
#TPA #Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif #Lombok Timur