Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tanam Tembakau dengan Es Batu, Petani Desa Pene Lotim Dinilai Hanya Cari Perhatian

Galih Mega Putra S • Kamis, 4 Juli 2024 | 16:55 WIB
ANGKAT: Lahan persawahan di wilayah selatan kering kerontang meski berada di ring paling dekat dengan Bendungan Batu Nampar, Lombok Timur.  (SUPARDI/LOMBOK POST)
ANGKAT: Lahan persawahan di wilayah selatan kering kerontang meski berada di ring paling dekat dengan Bendungan Batu Nampar, Lombok Timur. (SUPARDI/LOMBOK POST)

LombokPost-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim) meminta masalah kekeringan di wilayah selatan, seperti di Kecamatan Keruak dan Jerowaru menjadi perhatian serius pemerintah.

”Kami harap (masalah) kekeringan ini dimasukkan dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Lotim,” terang Ketua DPRD Lotim Murnan, Rabu (3/7).

Kekeringan di wilayah selatan tak pernah tuntas ditangani.

Sehingga dengan masuk ke dalam RPJPD bisa menjadi langkah strategis untuk memastikan adanya solusi jangka panjang yang permanen.

Kata Murnan, persoalan air bersih harus segera direspons pemerintah. Sebab, air merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat.

”Sejak perencanaan, penyusunan RPJPD ini melibatkan berbagai pihak. Kami harap keterlibatan sejumlah pihak bisa memberikan solusi yang dituangkan dalam RPJPD, agar tuntas masalah ini,” tandasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Lotim H M Juaini Taofik menambahkan, saat ini sudah masuk musim kemarau, sehingga kekeringan wajar terjadi di wilayah selatan.

Apalagi daerah di selatan, sistem irigasinya berasal dari Lombok Tengah.

Dengan alasan lintas kabupaten tersebut, Juaini menyebut masalah irigasi menjadi ranah provinsi.

”Kami akan rapat dengan Pj Gubernur, kita akan sampaikan, bagaimana memastikan ketersediaan irigasi di Kecamatan Jerowaru. Karena sebagian besar sumber pengairannya dari Loteng,” terangnya.

Mengenai penggunaan es batu untuk menanam tembakau, disebut Juaini hanya bentuk cari perhatian dari petani di Desa Pene.

Padahal ada air tangki yang lebih murah dibandingkan es batu.

Selain itu, Juaini menyebut areal pertanian di Desa Pene merupakan sawah tadah hujan. Sehingga wajar jika mengalami kekeringan saat musim kemarau

”Bulan-bulan ini kita menghadapi masalah kekeringan akibat kemarau. Kalau terkait kebutuhan air bersih InsyaAllah secepatnya akan teratasi karena SPAM Pantai Selatan saat ini sudah uji fungsi,” kata dia.

Pertengahan Juli ini SPAM Pantai Selatan ditargetkan sudah bisa beroperasi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selatan.

Selama enam bulan SPAM akan dikelola Pemkab Lotim sebelum diserahkan kepada PDAM.

Sebelum diserahkan ke PDAM, Pemkab Lotim memastikan air SPAM Pantai Selatan juga bisa dinikmati desa-desa terjauh di wilayah selatan.

”Biasanya kalau airnya sudah sampai di Dusun Gunung Malang yang merupakan wilayah paling jauh, maka daerah-daerah yang lain di selatan pasti sudah ada air juga,” tandasnya. (par/r11)

Editor : Kimda Farida
#DPRD #Lotim