LombokPost--Lembaga Amal Zakat Infaq Shodaqoh Wakaf dan Hibah (LAZAH NW) akhirnya memenuhi permintaan air bersih ke Pulau Sumbawa setelah memenuhi permintaan bantuan air bersih dari Lombok Timur (Lotim), Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Utara (Lotara).
"Kami dari Lazah NW terus merespons permintaan masyarakat yang mengalami dampak kekeringan. Hari ini pendistribusian air bersih kami lanjutkan ke Pulau Sumbawa, setalah permintaan di Pulau Lombok terpenuhi," terang Sekretaris LAZAH NW Moh Nawawi Ishaq, Senin (21/10).
Dalam pendistribusian air bersih kali ini, Lazah NW menyasar dua desa, yakni Desa Usar, Kecamatan Pelampang dan Dusun Labangka II, Desa Labangka, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa.
Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di dua desa ini sekitar 800 KK.
Lazah NW menargetkan air bersih yang akan didistribusikan masing-masing dusun sebanyak 25.000 liter.
Hal ini dengan melihat kondisi kekeringan yang terjadi di tempat tersebut sangat memperihatinkan dan sudah lama terjadi.
Namun karena lokasi pengambilan sumber mata air ke tempat sasaran sangat jauh sehingga LAZAH NW hanya bisa mendiskusikan 5.000 liter air bersih di Dusun PPN Jaya Desa Usar, Kecamatan Pelampang.
"Sopir armada tidak mampu untuk memenuhi target dari Lazah NW. Sopir armada hanya mampu mengakut sekali saja, karena lokasi pengambilan air yang terlalu jauh. Padahal target kami satu desa itu 25.000 liter," jelasnya.
Sedangkan untuk di Desa Labangka Kecamatan Labangka, target tersebut juga tidak terpenuhi, karena terkendala jarak pengambilan air, bahkan pendistribusian air bersih menggunakan air tangki tidak bisa dilakukan.
Sehingga LAZAH NW terpaksa mengganti distribusi air tangki dengan air isi ulang atau galon dengan membeli sekitar 60 lebih air bersih untuk didistribusikan ke pada masyarakat.
Disebut Nawawi, jarak pengambilan air bersih ke dua desa sasaran sekitar 90 kilometer (km).
Hal ini diakui membuat sopir armada tidak sanggup bolak balik untuk memenuhi target LAZAH NW, sehingga membatalkan perjanjian meski Lazah NW siap membayar lebih.
"Lokasinya memang cukup jauh, sehingga sopirnya tidak sanggup untuk bolak balik mengambil air bersih. Meski kami siap membayar lebih," tandasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Usar ibu Rumini mengaku sejak empat bulan lalu warga Desa Usar khususnya di Dusun PPN Jaya sudah mengalami kesulitan air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat harus membeli seharga Rp 80-100 ribu per tandon ukuran 1.000 liter.
"Air yang kita beli itu kami pakai sedikit-sedikit, kami harus pandai-pandai menggunakan air untuk mengirit biaya pembelian air. Karena satu tandon itu hanya bisa kami pakai 5-6 hari," bebernya.
Rusmini sangat bersyukur dan merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih dari Lazah NW tersebut.
Bantuan air bersih saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bahkan lebih butuh air daripada sembako.
Dirinya berharap bantuan air bersih itu bisa dilakukan sekali seminggu dan persolan ini bisa direspons oleh pemerintah setempat dan pihak-pihak lainnya
Apa yang dilakukan Lazah NW ini diharapkan bisa menjadi contoh dan penggerak bagi yang lain untuk peduli terhadap warga Usar yang saat ini tengah dilanda kerisis air bersih.
"Maslah air bersih sudah bertahun-tahun terjadi pak. Setiap musim kemarau seperti ini, sumur-sumur di dusun ini semuanya kering," tandasnya.(par)