LombokPost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur mendistribusikan air bersih ke Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru sebanyak 34 tangki.
Mengingat kondisi kekeringan di Desa Sekaroh masih memprihatinkan, meskipun sudah turun hujan.
”Hari ini Pemkab Lotim melalui BPBD dan polisi, TNI, kejaksaan dan lainnya melakukan distribusi air bersih sebanyak 34 tangki di Desa Sekaroh di enam titik,” terang Pj Sekda Lotim H Hasni, Minggu (17/11).
Kata dia, meskipun wilayah Lotim telah diguyur hujan, namun hingga saat ini terdapat 8 kecamatan yang masih mengalami kekeringan.
Adapun Desa Sekaroh merupakan salah satu desa yang masuk dalam status kekeringan paling ekstrem.
Dari delapan kecamatan tersebut, jumlah yang terdampak sebanyak 85.000 jiwa.
Sementara di Desa Sekaroh sendiri, masyarakat terdampak sebanyak 5.000 jiwa.
Keberadaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan yang segera beroperasi diharapkan dapat mengatasi persoalan ini.
”Kekeringan yang terjadi hampir sepanjang tahun di Desa Sekaroh, InsyaAllah dalam waktu dekat segera teratasi. SPAM Pantai Selatan ini akan mengatasi masalah air bersih di wilayah selatan terutama di kecamatan Jerowaru,” kata dia.
Kata dia, ditargetkan pada akhir Desember proyek SPAM tersebut sudah diserahkanterimakan kepada Pemkab Lotim. SPAM Pantai Selatan juga telah melewati tahap uji coba.
Meski telah uji coba, SPAM Pantai Selatan masih membutuhkan perbaikan dan pengembangan. Salah satunya penambahan debit air, yang saat ini hanya 50 liter per detik.
Sementara kapasitas maksimal SPAM Pantai Selatan sebesar 150 liter per detik.
”Pada tahun 2025 kita akan tambah lagi dua titik mata air supaya dapat menambah debit air agar bisa mencapai 150 liter per detik . Kami sudah menyiapkan anggaran di tahun 2025 dan di awal 2026 kita akan tuntaskan dua mata air itu,” katanya.
Diharapkan masyarakat dapat memelihara jaringan SPAM agar bisa dimanfaatkan secara terus-menerus.
Solusi jangka pendek untuk mengatasi kekeringan di Lotim dilakukan melalui pendistribusian air bersih ke lokasi terdampak kekeringan.
Kalak BPBD Lotim L Muliadi menambahkan, lokasi distribusi air dilakukan di dua desa yakni Desa Toroh dan Sekaroh, Kecamatan Jerowaru.
Desa Sekaroh merupakan desa paling ekstrem terdampak kekeringan di Lotim dari tahun ke tahun.
”Saat ini kita sedang berada di ujung fase tanggap darurat. Semoga dengan mulai turunnya hujan ini status tanggap darurat kekeringan bisa kita cabut,” kata dia.
Pendistribusian air bersih ke Desa Sekaroh tidak hanya dilakukan saat ini namun sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.
Selain pendistribusian air bersih, pihaknya juga menyalurkan bantuan 2 tandon air dengan kapasitas 5.500 liter, ember dan jeriken. (par/r11)
Editor : Kimda Farida