Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tanpa DAK, Bupati Lotim Janji Tetap Akan Bangun Jalan dan Irigasi

nur cahaya • Minggu, 23 Maret 2025 | 15:25 WIB

 

RUSAK: Salah satu jalan Desa di Lombok Timur (Lotim) yang kondisinya rusak berat.
RUSAK: Salah satu jalan Desa di Lombok Timur (Lotim) yang kondisinya rusak berat.
  

LombokPost-Bupati Lombok Timur (Lotim) menegaskan akan tetap membangun jalan dan irigasi tahun 2025 ini.

Meski Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk jalan dan pembuatan irigasi tahun ini ditiadakan dampak efisiensi anggaran.

“Kita percepat, karena pemikiran saya, kalau kita bangun sekarang sekian kilometer, tahun depan sekian kilometer dan tahun depannya lagi sekian kilometer. Itu mungkin kurang efektif. Maka kita akan lakukan percepatan,” terang Bupati Lotim, H Haerul Warisin, Jumat (21/3).

Disebutkan, dia sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 50 miliar untuk membuat jalan, dan akan membangun komunikasi dengan pihak ketiga.

Diharapkan dengan anggaran yang disiapkan itu bisa membuat jalan hingga ratusan kilometer.

Pembuatan jalan ini disebut akan berbeda-beda.

Ada yang akan dibuat mulai dari awal, dan ada yang hanya pemeliharaan.

Ditargetkan setelah lebaran ini perencanaan pembangunan jalan sudah mulai disiapkan.

“Insyaallah selesai lebaran kita sudah mulai bahas dan persiapkan. Anggarannya nanti dari APBD 2025. Karena DAK jalan kan tidak ada,” bebernya.

Khusus jalan wisata menuju Pantai Pink, djelaskan merupakan jalan nasional.

Sehingga perbaikan jalan itu bukan hanya tugas dari Pemkab Lotim.

Untuk itu ia akan berkoordinasi dengan gubernur NTB untuk mencarikan solusi.

“Kita akan koordinasi atau minta bantuan sama pak Gubernur untuk kita sama-sama perbaiki. Ada beberapa jalan juga sudah kita komunikasikan,” imbuhnya.

Selain jalan, Warisin juga berencana membangun Irigasi.

Karena irigasi dinilai sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan. Saat ini kondisi irigasi di Lotim banyak yang memprihatinkan sehingga tidak bisa menunjang pertanian.

“Anggaranya sekitar Rp 14 miliar. Kalau target panjangnya belum bisa disebutkan berapa. Tapi kalau titik pembangunannya ada sekitar 5-7 titik akan kita bangun, ”tutupnya.

Kadis PUPR Lotim, Achmad Dewanto Hadi menambahkan DAK jalan dan pembuatan irigasi tahun 2025 ditiadakan terdampak efisiensi anggaran.

Sehingga mengakibatkan sejumlah paket perbaikan jalan yang sebelumnya menjadi prioritas pada tahun ini ditiadakan.

“Lima paket yang akan dikerjakan tahun ini tidak bisa dikerjakan. Karena memang DAK untuk jalan tahu 2025 ini tidak ada,” terang Dewanto.

Satu-satunya yang diandalkan untuk pemeliharaan jalan yang rusak di Lotim, ialah melalui dana alokasi umum (DAU) dengan besaran Rp 14 miliar.

Dengan anggaran ini pihaknya hanya bisa memperbaiki jalan-jalan strategis yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Pihaknya juga tidak bisa menargetkan panjang jalan yang harus dikerjakan dengan anggaran Rp 14 miliar tersebut.

Namun akan melihat titik-titik yang cukup parah dengan melakukan rehab tambal sulam.

“Kita tidak akan melakukan perbaikan muka dari nol. Tapi lebih kepada sporadis. Artinya mana titik-titik jalan yang rusak, itu akan kita kerjakan,” pungkasnya. (par/r6)

Editor : Kimda Farida
#bupati #DAK #lebaran #Jalan #irigasi #efisiensi #Anggaran #Lotim #APBD