LombokPost - Pangdam IX Udayana menghadiri panen raya padi di Desa Terara, Kecamatan Terara, Lombok Timur (Lotim).
TNI siap mengawal penyerapan gabah petani dan pastikan harga sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.
“Secara potensi Lotim menjadi daerah penyangga pangan nasional. Lotim saat ini menghasilkan panen padi yang surplus dan ini sangat membanggakan kita semua,” terang Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kamis (1/4).
Mendukung program swasembada pangan, TNI juga siap untuk mengawal dan menjaga harga gabah agar tetap stabil di lapangan, sesuai dengan HPP.
Termasuk memastikan kualitas gabah tetap terjaga. Dengan menyiapkan gudang penyimpanan gabah di masing-masing Koramil.
Selain itu, Lotim juga menjadi daerah penghasil sejumlah komoditas, salah satunya tanaman tembakau.
TNI akan mengawal dan membantu program pemerintah, mulai dari pemerintah pusat hingga program pemerintah daerah. Agar semua program-program bisa berjalan dengan lancar.
“Dari kementerian pertahanan sudah memerintahkan kepada TNI dan jajarannya untuk membantu. Salah satunya kita akan membuat gudang-gudang gabah di setiap kodim. Proses pembuatannya saat ini sedang disiapkan, supaya gabah tetap kering dan kualitas gabah tetap terjaga,” imbuhnya.
Selain menyiapkan gudang gabah, TNI juga siap untuk membantu Lotim untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya mesin combine harvester atau mesin panen padi. Agar proses panen lebih efektif dan efesien.
Menurutnya Lotim saat ini masih sangat kekurangan alsintan. Jumlah alsintan yang ada tidak sesuai dengan luas areal pertanian.
Sehingga masih membutuhkan banyak alsintan untuk meningkatkan hasil produksi padi.
“Kita juga akan sampaikan ke bapak menteri, terkait permintaan pak bupati agar petani tembakau juga bisa mendapatkan pupuk subsidi. Dan kami minta supaya teman-teman aparat mengawal jalannya pupuk subsidi ini,” pungkasnya.
Bupati Lotim H Haerul Warisin menambahkan Lotim sebagai salah satu kabupaten terluas di NTB dan menjadi penyangga pangan nasional.
Di daerah-daerah tertentu seperti di wilayah utara petani bisa panen hingga tiga kali dalam setahun. “Selain padi Lotim juga memiliki komoditas unggulan yakni jagung, tembakau virginia dan beberapa tanaman lainnya,” sebutnya.
Terkait pupuk subsidi, saat ini diklaim petani tidak kesulitan untuk mendapatkannya. Bahkan petani yang dicari pupuk.
Tetapi komoditas yang mendapatkan pupuk subsidi cukup terbatas, hanya sembilan. Di antaranya kakau dan kopi.
Sementara tanaman tembakau yang menjadi komoditas unggulan yang tidak mendapatkan subsidi.
Ia meminta Pangdam IX/Udayana bisa mengusulkan ke kementerian supaya petani tembakau di Lotim juga mendapat pupuk subsidi.
Pupuk subsidi untuk tanaman kakao dan kopi diharapkan bisa dialihkan ke petani tembakau. “Luas areal tanam tembakau kita normalnya sekitar 25 ribu hektar dalam sekali musim. Baik tembakau virginia maupun tembakau rajang. Jadi kebutuhan pupuk kita cukup banyak. Untuk itu tidak apa-apa kita tidak dapat pupuk subsidi di kakao dan kopi, diganti ke tembakau,” katanya. (par/r6)
Editor : Redaksi Lombok Post