Lombok Post -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim), berkomitmen untuk mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Program tiga juta rumah ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi backlog perumahan,"terang Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat zoom yang diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia, Selasa (23/7).
Semua perintah daerah diharapkan dapat berperan aktif dan mendukung program tersebut. Mulai dari penyediaan lahan hingga percepatan proses perizinan, guna menyukseskan program yang menargetkan pembangunan 15 juta rumah dalam lima tahun.
Baca Juga: Kabupaten Sumbawa Siap Jadi Pilot Project Program Tiga Juta Rumah
Program ini tidak hanya menyasar pembangunan rumah baru, namun juga mencakup renovasi rumah bagi masyarakat melalui dukungan anggaran APBN dan APBD.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Lotim, Lalu Mustiarep menyampaikan bahwa Pemkab Lotim siap dan telah memenuhi regulasi serta syarat-syarat teknis untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Selain mendukung pembangunan rumah baru, kita juga siap dalam program renovasi rumah layak huni bagi warga kurang mampu," terangya.
Dukungan tersebut ditunjukkan dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta OPD terkait untuk mempercepat pendataan perumahan di lapangan.
Dalam rakoor secara online itu, juga dialkukan Rakor pengendalian inflasi daerah, juga memaparkanbkondisi inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Lotim yang relatif stabil. Pada Minggu ketiga Juli 2025, IPH Lotim tercatat sebesar 1,02 persen. Sehingga Lotim di posisi ke-3 di NTB dan urutan ke-173 secara nasional.
Meski mengalami kenaikan, angka tersebut diakui masih terkendali. Komoditas utama penyumbang inflasi yakni cabai rawit, bawang merah, dan beras. Disebabkan oleh kondisi cuaca, transportasi, serta ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Kita terus lakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan distribusi dan stok komoditas aman, agar inflasi tetap terkendali,” pungkasnya. (par)
Editor : Redaksi Lombok Post