PT Energi Selaparang Minta Tambahan Kouta BBM Subsidi untuk Nelayan Lombok Timur
Supardi/Bapak Qila• Sabtu, 18 Oktober 2025 | 12:07 WIB
Sejumlah nelayan di Lombok Timur sedang mengantre untuk mengisi BBM subsidi di SPBUN miliki PT Energi Selaparang di Labuan Haji, Jumat (17/10).
Lombokpost–Perusahaan Daerah PT Energi Selaparang mengakui stok Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk nelayan di Lombok Timur (Lotim) masih sangat kurang sehingga belum bisa mengakomodasi seluruh nelayan.
Kondisi ini terjadi karena selama 10 tahun terakhir tidak ada penambahan kuota BBM untuk Lotim.
“Memang kondisi BBM kita saat ini masih kurang. Karena selama ini belum ada penambahan kuota lagi untuk kita,” terang Direktur PT Energi Selaparang Joyo Supeno kepada Lombok Post, Jumat (17/10).
Joyo menyebut, kuota BBM subsidi jenis Pertalite saat ini hanya 240 kiloliter (KL) per bulan.
Sementara jenis solar hanya 72 KL untuk dua SPBUN, yakni di Labuan Haji dan Tanjung Luar.
Kendati demikian, pihaknya telah mengajukan permohonan penambahan kuota BBM subsidi ke BPH Migas agar dapat mengakomodasi seluruh nelayan di Lotim yang belum mendapatkan BBM subsidi.
“Kita tidak mengajukan angka, tapi nanti penambahan ini akan dilihat dari kebutuhan masing-masing nelayan. Dan akan diukur berapa daya serapnya. Kemudian nanti BPH Migas akan memberikan rekomendasi kepada Pertamina, berapa penambahan kuota yang diberikan,” katanya.
Joyo berharap tambahan kuota yang diberikan nantinya dapat memenuhi kebutuhan semua nelayan di Lotim.
Adapun persyaratan pembelian BBM subsidi seperti barcode dan lainnya merupakan kewenangan Dinas Kelautan dan Perikanan.
Pihaknya hanya menyalurkan BBM kepada nelayan yang sudah memenuhi syarat dan memiliki rekomendasi dari Dinas Kelautan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
“Kita hanya tugasnya menjual, kalau masalah persyaratan itu di Dinas Kelautan. Nanti di surat rekomendasi itu ada batasan pembelian yang diberikan. Tergantung dari kebutuhan masing-masing, karena ada nelayan yang hanya menggunakan satu mesin dan ada dua mesin, jadi kebutuhannya berbeda-beda,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Lembaga Pengembangan Sumber Daya Nelayan (LPSDN) Lotim Amin Abdullah menyampaikan, nelayan di Lotim mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi, baik Pertalite maupun solar.