LombokPost - Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin Hadiwijaya, menyampaikan tema yang diangkat pada peringatan HUT DWP ke-26 tahun ini yakni Strategis Dharma Wanita dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045.
Hal ini dinilai sejalan dengan tantangan dan kebutuhan bangsa dalam menyiapkan generasi unggul di masa depan.
"Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) serta ASN perempuan," terangnya Wabup menghadiri acara Resepsi Hari Ulang Tahun DWP ke-26 Lotim, Rabu (24/12).
Baca Juga: DWP Unit BPKAD NTB Jadikan Organisasi sebagai Wadah Support System Keluarga
Kata dia, DWP bukan sekadar wadah berkumpul dan beraktivitas, tetapi menjadi organisasi persatuan yang memiliki kekuatan besar dan berdampak langsung terhadap suami, anak, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.
Program-program DWP diharapkan terus mengambil peran strategis, tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
"Tantangan zaman saat ini berbeda dengan masa lalu. Oleh karena itu, DWP harus terus aktif meningkatkan kualitas organisasi, agar ke depan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi turut berperan aktif dalam berbagai aspek pembangunan daerah," jelasnya.
Baca Juga: Generasi Baru DWP Mataram Belajar dari yang Terbaik: Kunjungi 3 Senior di Hari Spesial
Wabup sangat mengapresiasi dan penghargaan atas dedikasi serta kontribusi aktif DWP, khususnya dalam pembangunan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan ketahanan sosial kemasyarakatan.
DWP diharapkan terus menjadi penguat yang inspiratif, konsisten berkontribusi positif, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Ketua DWP Lotim Hj Nurhidayati Taofik, menyampaikan bahwa peringatan HUT DWP merupakan momentum refleksi dan penguatan peran anggota DWP sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa.
Baca Juga: DWP NTB Gelar Seminar Istri Hebat adalah Kunci Keseimbangan Karier Suami
"Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan keluarga, karakter generasi muda, serta ketangguhan perempuan," jelasnya.
Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, setiap anak harus tumbuh dalam keluarga yang menerapkan nilai asih, asuh, dan asah. Yaitu, kasih sayang, pemenuhan nutrisi dan perawatan, serta stimulasi dan pendidikan yang memadai.
Oleh karena itu, DWP memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk fondasi Indonesia masa depan. DWP diharapkan tidak sekadar hadir, tetapi mampu mengambil peran aktif, mengikuti perkembangan zaman, dan turut membentuk arah peradaban.
"DWP harus semakin memperkuat perannya dalam peningkatan kualitas pendidikan keluarga dan masyarakat, kesadaran kesehatan keluarga, penguatan ekonomi perempuan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan etika sosial," jelasnya.
Dengan kerja sama, gotong royong, dan semangat melayani, Dharma Wanita Persatuan diyakini akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas keluarga Indonesia. (par/r6)
Editor : Prihadi Zoldic