Lombokpost-Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur (Lotim) tahun 2025 dinilai sebagai yang terbaik dalam 10 tahun terakhir, bahkan sepanjang sejarah.
Hingga akhir Desember 2025, realisasi PAD di Sistem Evaluasi dan Monitoring Pendapatan Asli Daerah Lotim (SEMPAD) menembus angka 99,45 persen.
"Di sepuluh tahun terakhir ini, capaian tahun 2025 menjadi capaian terbaik kita, hampir 100 persen dari target," terang Sekda Lotim M Juaini Taofik, Jumat (2/1).
Target PAD Lotim tahun 2025 sebesar Rp 556,548 miliar dan terealisasi Rp 553,510 miliar atau sekitar 99,45 persen.
Capaian ini meningkat tajam dibanding tahun 2024 yang hanya 80,30 persen, yakni terealisasi Rp 486,482 miliar dari target Rp 605,868 miliar.
Sedangkan pada 2023, dari target PAD sebesar Rp 658,791 miliar, tercapai Rp 383,871 miliar atau 58,27 persen.
Pada 2022, dari target sebesar Rp 421,378 miliar, tercapai Rp 320,077 miliar atau sekitar 75,96 persen.
Sementara pada 2021, dari target Rp 425,875 miliar, realisasinya Rp 385,501 miliar atau sekitar 90,52 persen.
"Penyumbang PAD terbesar Lotim pada tahun 2025 dari sektor pajak daerah yang dikoordinasikan Bapenda," terang Juaini.
Capaian sektor pajak daerah tahun 2025 bahkan melampaui target dengan persentase 101,63 persen. Dari target sebesar Rp 184,419 miliar, berhasil diraup Rp 187,423 miliar.
Posisi berikutnya disusul retribusi daerah dengan target Rp 346,592 miliar dan terealisasi Rp 339,500 miliar atau sekitar 97,95 persen.
Untuk realisasi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dari target Rp 19,486 miliar tercapai Rp 19,414 miliar atau 99,63 persen.
Sementara realisasi lain-lain PAD yang sah dari target Rp 6,050 miliar tercapai Rp 7,171 miliar atau sekitar 118,54 persen.
"Tetapi masih banyak pekerjaan rumah kita di tahun 2026 mendatang. Seperti beberapa OPD capaiannya masih di bawah 70 persen," katanya.
Juaini menyebut capaian PAD yang cukup fantastis di tahun 2025 berasal dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Terutama piutang yang belum dibayarkan berhasil tertagih hingga mencapai Rp 8,7 miliar.
Keberhasilan penarikan piutang PBB-P2 ini salah satunya didorong tim Opjar yang dibentuk Pemkab Lotim.
Keberadaan tim ini diakui tidak hanya menagih piutang, namun sukses memperbaiki SPPT yang bermasalah.
"Ada tujuh kecamatan dengan capaian PBB di atas 100 persen. Hanya satu kecamatan yang capaiannya di bawah 80 persen yakni Kecamatan Keruak. Kecamatan lain di antara 80-100 persen," katanya.
Sementara itu, capaian PAD dari sektor pajak MBLB diakui masih jauh dari harapan.
Dari target sebesar Rp 14 miliar lebih, realisasinya hanya Rp 9,8 miliar. Pajak MBLB ini akan menjadi salah satu fokus Pemkab Lotim pada 2026 mendatang.
Kepala Bapenda Lotim Muksin menambahkan, melihat capaian tahun 2025, pihaknya optimistis PAD Lotim 2026 akan semakin membaik bahkan melampaui target.
"Target kita tahun 2026 sebesar Rp 586 miliar, tapi InsyaAllah dengan potensi yang ada kita bisa capai di angka Rp 600 miliar. Untuk itu nanti kita akan perbaiki sarana dan prasarana," katanya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida