Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ramadan Mengubah Wajah Lapas Selong: Warga Binaan Tak Lagi Disebut Napi, tapi Santri yang Rutin Mengaji usai Salat

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 24 Februari 2026 | 22:51 WIB

BACA ALQURAN: Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong saat membaca Alquran di masjid lapas, usai Salat Tarawih.
BACA ALQURAN: Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong saat membaca Alquran di masjid lapas, usai Salat Tarawih.

Lombokpost - Lantunan ayat suci Alquran menggema dari dalam Lapas Kelas IIB Selong. Di balik jeruji besi, warga binaan kini menjalani pembinaan bernuansa pesantren, bahkan dipanggil dengan sebutan santri.

Suara lantunan Alquran terdengar riuh dari masjid di tengah halaman penjara itu. Seusai menunaikan salat berjamaah, semua warga binaan terlihat memegang Alquran. Pemandangan ini hampir selalu terlihat seusai salat lima waktu.

Suasana di lingkungan jeruji besi seolah sirna dengan lantunan ayat suci yang syahdu. Tempat orang menjalani hukuman itu kini berubah menjadi tempat pembinaan bernuansa pesantren yang lebih humanis.

Kepala Lapas Kelas IIB Selong Sudirman menyampaikan, saat ini warga binaan tidak lagi dipanggil dengan sebutan Narapidana (Napi), tetapi disebut dengan panggilan santri Lapas Selong.

“Sekarang kita sudah tidak lagi memanggil mereka dengan sebutan napi. Tapi kita panggil mereka dengan sebutan yang sangat hormat yakni santri,” terang Sudirman, Senin (23/2).

Selain penyebutan, pihaknya juga mengintensifkan pembinaan melalui kajian keagamaan. Pada Ramadan ini, lembaga pemasyarakatan berubah wajah menjadi sebuah semacam pesantren modern.

“Semuanya harus berjalan beriring. Kenapa kita panggil mereka dengan sebutan santri? Karena Lapas ini tidak ubahnya seperti pesantren dan pembinaan yang dilakukan di Ramadan ini untuk meningkatkan ketakwaan,” jelasnya.

Kata dia, program keagamaan pada bulan Ramadan juga digelar secara intensif. Mulai dari kajian rutin, tahsin atau perbaikan bacaan Alquran. Hingga para warga binaan memiliki kewajiban baru.

Semua warga binaan Lapas Selong setiap selesai salat lima waktu tidak diperbolehkan masuk ke ruangan atau langsung istirahat. Namun, mereka harus duduk untuk membaca Alquran beberapa menit.

LapasBaca Juga: Ketua Dekranasda NTB Kagum Lihat Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Lobar, Resmikan Program Pembinaan Kemandirian Konveksi

“Begitu juga di malam hari, kita salat tarawih berjamaah kemudian dilanjutkan dengan tadarus Alquran. InsyaAllah program ini akan terus dilakukan, tidak hanya di bulan Ramadan,” jelasnya.

Penyebutan santri ini tidak hanya berlaku pada bulan Ramadan, namun akan terus dilakukan pada hari-hari biasa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan santri Lapas Selong.

Program ini juga diharapkan dapat membuat para santri Lapas betul-betul berubah dan tidak lagi mengulangi tindakan pidana yang pernah mereka lakukan. Program ini diakui mendapatkan antusias yang cukup tinggi dari warga binaan.

“Antusiasme mereka sangat luar biasa. Saat waktu salat tiba, mereka berangkat dari kamar membawa alquran dan sajadah. Semangat belajar mereka sangat menggebu-gebu, terutama mereka yang sebelumnya tidak bisa membaca Alquran,” jelasnya.

Disebut, sejumlah narapidana benar-benar tidak bisa membaca Alquran, bahkan tidak mengenal huruf. Untuk mendukung program ini, pihaknya menyiapkan iqro sampai Alquran.

Sudirman percaya membaca Alquran dapat melembutkan hati. Karena tujuan akhir program ini bukan sekadar membaca Alquran, tetapi membawa perubahan perilaku yang hakiki.

“Kami juga berharap ketika mereka kembali ke kampung halaman. Supaya stigma negatif tentang mereka dihapus,” harapnya.

Kata dia, bulan Ramadan telah membawa perubahan yang tak terduga. Bukan hanya soal ibadah, tetapi tentang bagaimana rasa kemanusiaan dan nilai-nilai agama mampu mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih tenang dan siap kembali ke masyarakat dengan hati yang lebih bersih.

Editor : Marthadi
#warga binaan #Lapas Selong #Lotim #Lapas #santri