Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waktu Panen Stroberi Sembalun Dimulai Mei

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 17 April 2026 | 17:20 WIB
PENGGERAK EKONOMI: Ikin bersama  sejumlah pengelola Monjet stroberi Sembalun saat melihat kondisi tanaman milik petani binaan yang mulai berbuah. (SUPARDI/LOMBOK POST)
PENGGERAK EKONOMI: Ikin bersama  sejumlah pengelola Monjet stroberi Sembalun saat melihat kondisi tanaman milik petani binaan yang mulai berbuah. (SUPARDI/LOMBOK POST)

LombokPost - Cuaca ekstrem hingga awal tahun 2026 membuat musim tanam stroberi di Sembalun mundur.

Dampaknya, panen raya yang biasanya dimulai April diperkirakan bergeser ke Mei.

“Biasanya bulan Desember petani sudah mulai menanam, tetapi tahun ini petani mulai tanam pada Januari-Februari, karena terdampak cuaca buruk," terang Ketua Pengelola Monjet Stroberi Sembalun Ikin, Kamis (16/4).

Baca Juga: Bus BIZAM-Sembalun Kembali Beroperasi

Bahkan kata dia, pada awal tahun lalu banyak tanaman petani rusak terendam air hujan.

Kondisi itu membuat petani memilih menunda menanam untuk mengantisipasi kerugian akibat curah hujan yang terlalu tinggi.

Panen raya stroberi biasanya berlangsung sejak bulan April hingga Agustus. Namun tahun ini panen raya diperkirakan berlangsung pada bulan Mei-September.

Baca Juga: Regulasi Pariwisata Sembalun Dipercepat

"Tahun ini panen raya diperkirakan mulai pada bulan Mei. Itu pun buahnya belum maksimal. Kalau bulan Juni InsyaAllah buahnya sudah normal dan puncak panen raya kami perkirakan Agustus," jelasnya.

Ikin mengatakan, harga stroberi di lapak saat ini masih tergolong mahal, berkisar Rp 80 Ribu-Rp 100 ribu.

Hal ini karena belum memasuki musim panen. Harga diperkirakan mulai turun pada awal Mei hingga November.

Jika memasuki musim panen raya, harga stroberi di lapak biasanya turun drastis, berkisar Rp 15 ribu-Rp 20 ribu per kilogram. Terlebih tahun ini petani yang menanam cukup banyak.

Di Monjet Storberi tergabung sekitar 80 petani. Melalui Monjet Stroberi, pengelola menghubungkan pengunjung dengan petani langsung untuk berwisata petik stroberi langsung.

Dengan skema ini, petani dinilai lebih untung dibandingkan dijual di lapak. Karena melalui Monjet petani sudah bisa mengetahui keuntungan. Misalnya dari tiket masuk sebesar Rp 25 ribu per orang.

Jika bawa pulang dijual Rp 50 ribu per kilogram. Jika dikemas dengan mika ukuran sedang dijual Rp 35 ribu, sementara mika ukuran kecil dibanderol Rp 25 ribu.

"Petani tinggal lapor kepada pengelola Monjet, siapa yang mau gabung. Nanti setelah musim panen, kami akan cairkan mereka pengunjung. Kita hanya bertugas mencari pengunjung saja, kalau bayar, pengunjung bayar langsung ke petani," katanya. (par/r7)

Editor : Redaksi
#Panen Raya #sembalun #stroberi #Lapak #Cuaca Ekstrem