LombokPost-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur (Lotim) mengklaim progres perbaikan jalan melalui skema tahun jamak telah mencapai 36 persen. Sekitar 45 kilometer lebih jalan disebut sudah rampung dikerjakan.
“Secara keseluruhan panjang yang akan dikerjakan mencapai 165 kilometer, yang sudah selesai sekitar 45 kilometer lebih,” terang Kepala Dinas PUPR Lotim Achmad Dewanto Hadi.
Pekerjaan jalan ditargetkan rampung pada November 2026 sesuai kontrak tahun jamak untuk sub jalan. Saat ini sebagian ruas telah dilakukan pengaspalan. Namun, beberapa ruas masih menunggu pengerjaan bahu jalan menggunakan beton.
Baca Juga: Warga Desa Tegal Maja Keluhkan Akses Jalan Rusak Parah
Menurutnya, pengerjaan pengecoran membutuhkan waktu lebih lama karena menggunakan ready mix pabrikan.
Kondisi itu membuat pihaknya harus mengantre suplai material di tengah tingginya proyek perbaikan jalan di Lombok.
“Kita masih menunggu giliran untuk bisa mendapatkan ready mix yang siap untuk kita tempatkan di bahu-bahu jalan yang sudah diaspal,” jelasnya.
Pengecoran bahu jalan dinilai penting untuk memperkuat badan jalan sekaligus menyesuaikan tinggi jalan. Lebar bahu jalan yang dikerjakan sekitar 60-70 sentimeter di sisi kiri dan kanan jalan.
Baca Juga: DLH Mataram Sayangkan Rumput Median Jalan Rusak Terinjak Pengantar Jemaah Haji
Ia mengatakan, tingkat kemantapan jalan di Lotim sebelum program tahun jamak berada di angka 65 persen. Setelah proyek rampung, angka itu ditargetkan meningkat menjadi di atas 70 persen.
“Ditambah dengan yang APBN kemarin yang kita dapat di Jalan Paokmotong-Kotaraja angka itu bisa bertambah,” jelasnya.
Sementara untuk sub pengerjaan gedung serbaguna, saat ini masih dalam proses pengumpulan hasil beauty contest desain gedung.
Pengumpulan karya akan berakhir pada 23 Mei mendatang dan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 10 Juni.
Baca Juga: Jalan Rusak Kebon Ayu Sering Makan Korban, Warga Desak Pemkab Lobar Turun Tangan
Hasil beauty contest nantinya digunakan sebagai bagian desain pembangunan gedung serbaguna atau Gedung Wanita. Selanjutnya akan dilakukan perencanaan teknis sebelum masuk tahap lelang. Kontrak pengerjaan fisik direncanakan berlangsung Oktober mendatang.
“Peserta beauty contest ini dari berbagai macam daerah ada dari Jakarta, Bandung, Makassar, Solo, tidak hanya dari NTB,” katanya.
Ia mengatakan, dewan juri akan memilih tiga karya terbaik untuk ditetapkan sebagai juara 1 hingga 3. Selanjutnya, bupati akan menentukan desain yang digunakan untuk pembangunan gedung serbaguna.
Baca Juga: Pemprov NTB Bentuk TRC PUPR Perkim, Klaim Penanganan Jalan Rusak Jadi Lebih Cepat dan Efisien
“Penentuan gambar yang akan digunakan itu oleh bupati. Jadi tidak mesti yang juara satu harus digunakan. Tetapi juri tetap memilih siapa yang juara 1 untuk mendapatkan hadiah sebesar Rp 150 juta,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Lotim Haerul Warisin mengatakan pembangunan jalan menjadi hal penting karena berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, akses jalan dinilai mendukung pelayanan pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.
“Apapun alasannya, pembangunan jalan tidak boleh tidak dilaksanakan. Karena jalan ini sangat vital dalam mendukung sektor pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan dan lainnya,” tegasnya.
Baca Juga: Status Lahan Masih Menggantung, Proyek Ayam Terintegrasi di NTB Belum Jalan
Ia menambahkan, selama anggaran memungkinkan, Pemkab Lotim akan terus berkomitmen memperbaiki jalan rusak, terutama di wilayah pedesaan. (par/r7)
Editor : Kimda Farida