LombokPost-Sapi milik warga Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, kembali terpilih menjadi hewan kurban bantuan presiden pada Idul Adha tahun ini.
Tahun ini menjadi kali kelima sapi milik Suhirman terpilih sebagai sapi kurban presiden.
“Alhamdulillah tahun ini kembali dipercaya untuk menyediakan sapi kurban Presiden. Ini yang kelima kali sapi saya terpilih sebagai sapi kurban Presiden,” terang Suhirman, Jumat (15/5).
Suhirman dikenal sebagai peternak yang fokus memelihara sapi berukuran jumbo atau sapi eksotik.
Saat ini, jumlah sapi di kandangnya sebanyak tujuh ekor.
Sapi pilihan presiden menjadi yang paling besar dengan bobot mencapai 952,9 kilogram.
Baca Juga: Kurban SMPN 21 Mataram, Dua Sapi Dibagikan untuk Ratusan Penerima
Menurut dia, bobot sapi itu jauh di atas rata-rata sapi ternaknya yang berada di kisaran 830 kilogram.
Penimbangan dilakukan beberapa kali, termasuk penimbangan terakhir di Pasar Hewan Masbagik.
“Ini untuk memastikan beratnya memang segitu. Ini yang paling berat, yang lain berkisar antara 800 kilogram,” katanya.
Diakui Suhirman, menjadi pemasok sapi kurban presiden bukan perkara mudah. Selain memiliki bobot besar, kesehatan hewan juga menjadi syarat utama.
Pemeriksaan ketat dilakukan mulai dari pengecekan fisik hingga pengambilan sampel darah oleh tim pusat.
Baca Juga: Harga Sapi Kurban di Lombok Timur Mulai Naik
Standar pemeliharaan juga harus dipenuhi.
Sapi itu telah dirawat sekitar 2,5 tahun setelah dibeli dengan harga sekitar Rp 20 juta.
“Harga yang disepakati Rp 80 juta. Perawatannya memang intensif supaya kualitas dan bobotnya bisa maksimal,” terangnya.
Menurutnya, harga itu lebih tinggi dibandingkan harga pasaran hewan.
Sapi dengan bobot serupa biasanya dijual di kisaran Rp 60 juta.
Namun, standar kualitas, kesehatan, dan kelayakan untuk kurban presiden membuat nilai jualnya berbeda.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sebar 11 Sapi Kurban untuk NTB
Pemilihan sapi kurban presiden tahun ini dinilai berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebelumnya proses dilakukan melalui mekanisme tender.
Namun tahun ini dilakukan melalui koordinasi langsung dengan Dinas Peternakan setelah adanya komunikasi dari Sekretariat Negara.
“Alhamdulillah pemilihan ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi ini soal kepercayaan dan pengakuan atas kerja keras menjaga kualitas ternak. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Lotim Zulfan Asri mengatakan, sapi kurban bantuan presiden rencananya akan dipotong di masjid Kecamatan Pringgabaya.
Proses seleksi hewan kurban presiden dilakukan langsung Disnakeswan NTB bersama tim pusat.
Baca Juga: Sapi Asal Lombok Utara Masuk Radar Kurban Presiden Prabowo
“Setiap pemilihan hewan kurban Presiden melalui proses seleksi umurnya minimal di atas dua tahun, kemudian giginya diperiksa, panjang tubuh, lingkar dada diukur,” terang Zulfan.
Selain itu, sampel darah juga diambil dan diperiksa untuk memastikan sapi bebas dari penyakit menular.
Tim juga mengambil sampel kotoran untuk memastikan sapi bebas dari parasit.
Proses seleksi dilakukan langsung di Pasar Hewan Masbagik.
Total sapi yang mengikuti seleksi sebanyak tiga ekor.
Satu ekor berbobot 838 kilogram dan satu ekor lainnya berbobot 780 kilogram.
Sapi milik Suhirman kemudian terpilih karena memiliki bobot mencapai 952,9 kilogram.
Baca Juga: Sapi Bima Serbu Pelabuhan Gili Mas! Truk Mengular hingga Luar Dermaga Jelang Idul Adha
“Tetapi kami yakin beratnya ini akan naik nanti sebelum hari raya. Karena dia diberikan perawatan ekstra,” katanya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida